home wirausaha syariah

Potensi Besar tapi Pertumbuhan Lamban, Perlu Strategi Tepat Kembangkan Ekonomi Syariah

Senin, 20 September 2021 - 17:24 WIB
Ilsutrasi ekonomi dan perbankan syariah. Foto: Langit7/Istock
Ekonomi syariah menjadi daya tarik baru di kancah perekonomian global. Hal itu terlihat pada 2019 lalu, di mana pengeluaran konsumen muslim dunia mencapai hingga USD2,02 triliun yang mencakup sektor makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, fesyen, travel, media, dan rekreasi.

Sebagai negara dengan populasi penduduk muslim terbesar dunia, Indonesia menjadi salah satu pasar utama ekonomi dan keuangan syariah global. Total pangsa industri halal domestik terhadap global pada 2019 juga mencapai 11 persen.

Apalagi, ekonomi syariah juga terkenal tangguh di dalam masa pelemahan ekonomi, khususnya pada saat pandemi seperti ini. Sehingga ekonomi syariah berpotensi besar sebagai sumber pertumbuhan baru ekonomi nasional.

Sementara di tahun 2020, pangsa pasar sektor prioritas rantai nilai halal terhadap PDB nasional berkontribusi hingga 24,86 persen. Untuk itu, Indonesia perlu mengubah dari target pasar menjadi pusat ekonomi syariah guna mengembangkan potensi yang ada, dengan membangun ekosistem ekonomi syariah yang kuat dan berdaya saing.

Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Ventje Rahardjo mengatakan, melalui Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (Meksi) 2019-2024, Indonesia memiliki program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) dimulai dari pengembangan industri produk halal, jasa keuangan syariah, dan mendorong munculnya kegiatan jasa keuangan sosial syariah.

“Juga perlu didorong suatu upaya yang pada akhirnya dapat memunculkan pelaku bisnis di bidang ekonomi keuangan syariah,” katanya dikanal Youtube Ministry of Finance Republic of Indonesia.

Baca juga:PLN Raih Penghargaan 1st The Best of The Best-Human Capital 2021
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
potensi pertumbuhan strategi kembangkan ekonomi syariah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya