Adab Berdoa, Kalimat Terlarang saat Memohon ke Allah
Fajar adhitya
Senin, 20 September 2021 - 17:20 WIB
Adab berdoa. (Foto: Istimewa).
Ada adab berdoa yang harus diperhatikan seorang muslim saat memohon ke Allah. Karena itu jangan sampai memakai kalimat terlarang ini untuk bermunajat.
Pada hakikatnya, semua ibadah yang dilakukan seorang Muslim merupakan doa. Rasulullah dalam haditsnya yang diriwayatkan Abu Dawud mengatakan, doa merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam ibadah.
Karena itu setiap muslim harus memerhatikan adab berdoa. Paling utama adalah merendahkan diri di hadapan-Nya dan meyakini bahwa Allah akan mengabulkan doanya.
Doa diungkapkan dengan bahasa yang santun dan penuh pengharapan. Memperbanyak istighfar atau memohon ampunan serta meluruskan niat.
Meskipun begitu, ada beberapa kalimat terlarang dalam berdoa meskipun diutarakan dengan kalimat yang santun dan indah. Alih-alih merendahkan diri, kalimat ini justru bermakna seolah-olah Allah enggan mengabulkannya.
Kalimat terlarang ini tanpa disadari sering menyelinap dalam kalimat-kalimat doa seorang muslim. Dengan mnelantunkan kalimat terlarang ini, seorang pendoa meragukan bahwa Allah mampu mengabulkan segala keinginannya.
Misalnya, seorang muslim ketika berdoa mengatakan, “Ya, Allah, bila Engkau berkenan, kabulkanlah segala keinginanku” atau “Ya Allah kalau boleh izinkan hamba segera bertamu ke Rumah Mu di Baitullah, Mekkah” dan kalimat-kalimat “kalau” semisalnya.
Pada hakikatnya, semua ibadah yang dilakukan seorang Muslim merupakan doa. Rasulullah dalam haditsnya yang diriwayatkan Abu Dawud mengatakan, doa merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam ibadah.
Karena itu setiap muslim harus memerhatikan adab berdoa. Paling utama adalah merendahkan diri di hadapan-Nya dan meyakini bahwa Allah akan mengabulkan doanya.
Doa diungkapkan dengan bahasa yang santun dan penuh pengharapan. Memperbanyak istighfar atau memohon ampunan serta meluruskan niat.
Meskipun begitu, ada beberapa kalimat terlarang dalam berdoa meskipun diutarakan dengan kalimat yang santun dan indah. Alih-alih merendahkan diri, kalimat ini justru bermakna seolah-olah Allah enggan mengabulkannya.
Kalimat terlarang ini tanpa disadari sering menyelinap dalam kalimat-kalimat doa seorang muslim. Dengan mnelantunkan kalimat terlarang ini, seorang pendoa meragukan bahwa Allah mampu mengabulkan segala keinginannya.
Misalnya, seorang muslim ketika berdoa mengatakan, “Ya, Allah, bila Engkau berkenan, kabulkanlah segala keinginanku” atau “Ya Allah kalau boleh izinkan hamba segera bertamu ke Rumah Mu di Baitullah, Mekkah” dan kalimat-kalimat “kalau” semisalnya.