Kisah K.H.Fattah Jalalain, Sosok Pejuang Kemerdekaan Pendiri Ponpes Miftahul ‘Ula Kertosono
Haris budiman
Senin, 13 Januari 2025 - 09:14 WIB
K.H.Fattah Jalalain. (kredit foto: braincrime via tambakberas.com)
LANGIT7.ID-Pada masa kemerdekaan, banyak kiai yang ikut berjuang membebaskan Indonesia dari belenggu kolonial.
Salah satu yang berjasa adalah K.H.Fattah Jalalain, pendiri Pondok Pesantren Miftahul ‘Ula Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur.
K.H.Fattah dilahirkan di Desa Kapurejo, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri pada 9 April 1909/20. Beliau adalah putra dari kiai Arif bin Kiai Hasan Alwi dengan nyai Sriatun binti kiai Hasan Muhyi. Leluhur kiai Fatah adalah seorang pejuang pemimpin perang melawan Belanda.
Dikisahkan oleh Nidaus Sa'adah, cucu dari K.H.Fattah dalam blog tulisan berjudul 'K.H.Fattah Jalalain: sosok kiai pejuang di website tambakberas.com, disebutkan, kalau kisah Kiai Fattah pernah disinggung sedikit dalam buku Zainul Milal Bizawie, "Jejaring Ulama Diponegoro" dan Buku Bunga Rampai Manaqib Ulama Nusantara suntingan Dr.Faisal Fatawi.
Buku pertama menelisik genealogis dan jaringan pondok pesantren yang terhubung dengan pasukan Diponegoro dalam perang Jawa (1825-1830). Sedangkan yang kedua, lebih fokus pada sejarah singkat pondok pesantren di Indonesia.Tulisan ini hanya sedikit melengkapi catatan tersebut berdasarkan informasi dari keluarga beliau.
Resolusi Jihad tanggal 22 Oktober 1945 yang dikobarkan KH Hasyim Asy’ari dan K.H Wahab Hasbulloh menggelora di lorong-lorong pesantren, termasuk di pesantren Miftahul ‘Ula, Nglawak Kertosono yang masih berusia muda (berdiri 1 Januari 1945) yang didirikan KH Fattah Jalalain.
Beliau adalah santri kinasih dan mantan lurah pondok Tebuireng asuhan KH Hasyim Asy’ari. Hubungan dekat mereka bahkan dipererat dalam bentuk kekerabatan, saat K.H Hasyim menikahi bibinya yang berasal dari Kapu, Kediri.
Salah satu yang berjasa adalah K.H.Fattah Jalalain, pendiri Pondok Pesantren Miftahul ‘Ula Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur.
K.H.Fattah dilahirkan di Desa Kapurejo, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri pada 9 April 1909/20. Beliau adalah putra dari kiai Arif bin Kiai Hasan Alwi dengan nyai Sriatun binti kiai Hasan Muhyi. Leluhur kiai Fatah adalah seorang pejuang pemimpin perang melawan Belanda.
Dikisahkan oleh Nidaus Sa'adah, cucu dari K.H.Fattah dalam blog tulisan berjudul 'K.H.Fattah Jalalain: sosok kiai pejuang di website tambakberas.com, disebutkan, kalau kisah Kiai Fattah pernah disinggung sedikit dalam buku Zainul Milal Bizawie, "Jejaring Ulama Diponegoro" dan Buku Bunga Rampai Manaqib Ulama Nusantara suntingan Dr.Faisal Fatawi.
Buku pertama menelisik genealogis dan jaringan pondok pesantren yang terhubung dengan pasukan Diponegoro dalam perang Jawa (1825-1830). Sedangkan yang kedua, lebih fokus pada sejarah singkat pondok pesantren di Indonesia.Tulisan ini hanya sedikit melengkapi catatan tersebut berdasarkan informasi dari keluarga beliau.
Resolusi Jihad tanggal 22 Oktober 1945 yang dikobarkan KH Hasyim Asy’ari dan K.H Wahab Hasbulloh menggelora di lorong-lorong pesantren, termasuk di pesantren Miftahul ‘Ula, Nglawak Kertosono yang masih berusia muda (berdiri 1 Januari 1945) yang didirikan KH Fattah Jalalain.
Beliau adalah santri kinasih dan mantan lurah pondok Tebuireng asuhan KH Hasyim Asy’ari. Hubungan dekat mereka bahkan dipererat dalam bentuk kekerabatan, saat K.H Hasyim menikahi bibinya yang berasal dari Kapu, Kediri.