Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 17 Juni 2026
home sosok muslim detail berita

Kisah K.H.Fattah Jalalain, Sosok Pejuang Kemerdekaan Pendiri Ponpes Miftahul Ula Kertosono

haris budiman Senin, 13 Januari 2025 - 09:14 WIB
Kisah K.H.Fattah Jalalain, Sosok Pejuang Kemerdekaan Pendiri Ponpes Miftahul Ula Kertosono
K.H.Fattah Jalalain. (kredit foto: braincrime via tambakberas.com)
LANGIT7.ID-Pada masa kemerdekaan, banyak kiai yang ikut berjuang membebaskan Indonesia dari belenggu kolonial.

Salah satu yang berjasa adalah K.H.Fattah Jalalain, pendiri Pondok Pesantren Miftahul ‘Ula Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur.

K.H.Fattah dilahirkan di Desa Kapurejo, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri pada 9 April 1909/20. Beliau adalah putra dari kiai Arif bin Kiai Hasan Alwi dengan nyai Sriatun binti kiai Hasan Muhyi. Leluhur kiai Fatah adalah seorang pejuang pemimpin perang melawan Belanda.

Dikisahkan oleh Nidaus Sa'adah, cucu dari K.H.Fattah dalam blog tulisan berjudul 'K.H.Fattah Jalalain: sosok kiai pejuang di website tambakberas.com, disebutkan, kalau kisah Kiai Fattah pernah disinggung sedikit dalam buku Zainul Milal Bizawie, "Jejaring Ulama Diponegoro" dan Buku Bunga Rampai Manaqib Ulama Nusantara suntingan Dr.Faisal Fatawi.

Buku pertama menelisik genealogis dan jaringan pondok pesantren yang terhubung dengan pasukan Diponegoro dalam perang Jawa (1825-1830). Sedangkan yang kedua, lebih fokus pada sejarah singkat pondok pesantren di Indonesia.Tulisan ini hanya sedikit melengkapi catatan tersebut berdasarkan informasi dari keluarga beliau.

Resolusi Jihad tanggal 22 Oktober 1945 yang dikobarkan KH Hasyim Asy’ari dan K.H Wahab Hasbulloh menggelora di lorong-lorong pesantren, termasuk di pesantren Miftahul ‘Ula, Nglawak Kertosono yang masih berusia muda (berdiri 1 Januari 1945) yang didirikan KH Fattah Jalalain.

Beliau adalah santri kinasih dan mantan lurah pondok Tebuireng asuhan KH Hasyim Asy’ari. Hubungan dekat mereka bahkan dipererat dalam bentuk kekerabatan, saat K.H Hasyim menikahi bibinya yang berasal dari Kapu, Kediri.

Sejak kiai Hasyim menitahkan untuk membuka posko perjuangan di pesantrennya, kiai Fattah terus berkecimpung dalam perjuangan perlawanan melalui riyadloh dan upaya spiritual selaku pemimpin ruhani. Apalagi mengingat berdirinya pesantren inipun juga atas dawuh dan petunjuk KH Hasyim. Maka tak ada alasan untuk menolak titah sang guru.

Saat gelora perlawanan terhadap Belanda memuncak, pesantren memang menjadi basis perlawanan yang tak bisa diabaikan. Salah satu yang sering disebut adalah pesantren Parakan Temanggung di bawah pimpinan K.H. Moenasir yang kondang dengan suwuk bambu runcingnya di wilayah barat.

Tidak banyak yang tahu, bahwa di Timur, K.H Hasim Asy’ari atas permintaan Bung Karno, juga mendirikan markas pejuang untuk mempersiapkan pertempuran melawan Belanda dalam jarak yang lebih dekat dengan Surabaya, pusat pertempuran. Tempat itu ada di pesantren Nglawak Kertosono.

Rumah dan pesantren kiai Fattah ini tak pernah sepi dari para pemuda yang terus berdatangan untuk meminta doa dan penguatan lahir melalui pengisian asma’ pada bambu runcing dan kerikil yang mereka bawa. Memang demikian yang dititahkan para kiai .

Jangan dibayangkan peralatan tempurnya berupa senjata atau bedil. Alih-alih mesiu, yang ada malah batu kerikil yg di asma', kemudian dijadikan peluru ketapel. Konon, 'peluru' ini pernah berhasil menjatuhkan pesawat terbang milik Belanda.

Setiap kantung kerikil yg dibawa oleh pasukan hizbullah, dibawa kiai Fattah ke kamar untuk diriyadlohi. Begitu terus bergantian.

Airpun bisa jadi senjata yang mematikan setelah diriyadlohi. Air yang di asma’ kiai Fattah apabila disebarkan di jalan tempat Belanda lewat, maka tak lama, musuh yang melewatinya akan binasa.

Untuk kekuatan fisik, para pemuda diperintahkan untuk membawa sejumput gula dan beras, atau kacang hijau. Ketiganya setelah di asma’, lantas dikonsumsi, bisa membuat daya tubuh bertumbuh sekian kali lipat dan membuat tubuh kebal peluru.

Beras yang hanya beberapa genggam pun, nyatanya bisa memberi makan siapapun yang datang dengan niat tulus untuk berjuang. Para santri ikut memasak, sementara yang lain mempersiapkan diri untuk menghadapi pertempuran. Rumah plus pesantren tak pernah sepi dari pasukan Hizbullah. Kekuatan yang mereka dapatkan selama ini berhasil mengacaukan pasukan Belanda di wilayah timur.

Situasi memanas, saat terdengar kabar Belanda sudah mendekati Kertosono membawa pasukannya.

Atas perintah bung Karno melalui kiai Hasyim, kiai Fattah bersama 40 orang kiai dari Jawa Timur memohon petunjuk pada Allah.

Melalui uzlah di sebuah gua di dekat makam Ngliman di Gunung Wilis selama 40 hari, para kiai berharap jalan keluar. Mereka disertai 2 santri yang bertugas untuk menjaga dan memasok makanan untuk buka selama masa uzlah.

Ya, Kiai Fattah dan anggotanya dzikir dan berpuasa selama masa uzlah tersebut. Hari demi hari mereka lalui untuk memohon petunjuk langit. Di tengah ujian kesabaran ini, tidak semua mampu bertahan. Satu demi satu para kiai mundur karena beratnya ujian yang dihadapi. Bukan hanya ujian fisik, tapi ujian gaib dalam bentuk gangguan makhluk tanpa rupa pun harus dihadapi tiap hari dalam wujud yang berlainan.

Hingga hari-hari terakhir, hanya Kiai Fattah yang bertahan hanya disertai santri tukang masak. Itupun tidak sampai akhir. Tinggallah Kiai Fattah sendirian.

Di hari terakhir, petunjuk datang melalui ilham. Kiai Fattah diperintah untuk membaca ayat Hafidz. Ayat inilah yang terus diritualkan Kiai Fattah dan jamaahnya. Percaya atau tidak, pasukan Belanda yang sudah sampai Kertosono tak pernah mampu menemukan Dusun Nglawak.

Dalam pandangan mereka, wilayah Kertosono dan sekitarnya diselimuti kabut yang menutup pandangan. Dan hingga perang berakhir, Belanda tak pernah berhasil menemukan markas pasukan hizbullah.

Bisa dibilang Kiai Fattah adalah seorang figur kiai yang komplit. Salaf sekaligus moderat.

Kiai Fattah juga seorang kiai yang menguasai ilmu kanuragan dan metafisika, sebagaimana nampak dalam cerita di atas. Konon di antara para santrinya, ada beberapa yang tidak kasat mata. Mereka dipersilakan ikut mengaji, asalkan tidak mengganggu.

Mendirikan pesantren dengan 6 orang santri

Bermodal 6 orang santri yang dibawakan KH Hasyim dari Tebuireng, pesantren Nglawak berkembang pesat di bawah asuhan Kiai Fattah hingga ratusan bahkan ribuan. Mereka tersebar di wilayah Nganjuk.

Karena lokalnya tidak mencukupi, mereka tinggal di rumah penduduk yang punya hubungan baik dengan kiai Fatah.

Disela pengajian kitab, Kiai Fatah juga mengenalkan pelajaran bahasa Inggris kepada para santri.

Pengajarnya adalah Abdul Matin, seorang anggota pasukan Sekutu dari etnis India (Gurkha) yang desersi setelah mengetahui ternyata yang dihadapi adalah sesama pemeluk Islam.

Pengajar asing itu dibayar dengan beberapa kilo beras saja, karena kondisi saat itu tidak memungkinkah secara finansial. Apalagi yai Fattah bukan orang yang berkecukupan. Hidupnya sepenuhnya untuk ngramut umat.

Kiai Fattah juga seorang pembaca yang berpikiran terbuka. Membaca Panjebar Semangat adalah salah satu rutinitas beliau. Terhadap putra putrinya beliau perlakukan sama.

Putri-putrinya bahkan bersekolah di SMP disamping mengaji kitab salaf yang diampunya sendiri. Sesuatu yang sangat tidak umum pada masa itu. Tapi yai Fattah bersiteguh bahwa pendidikan itu hal yang utama.

Kiai Fattah juga pernah berkecimpung dalam dunia politik saat bergabung di DPRGR kabupaten Nganjuk.

Hidupnya senantiasa dalam kesederhanaan. Pada akhir hayatnya, tubuhnya amat kurus dan digerogoti penyakit paru-paru. Penyakit yang mengantarkan beliau menemui kekasihNya di tahun 1969.

Kesederhanaan dan ilmu beliau selalu menjadi panutan sampai hari ini.(*)

(hbd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 17 Juni 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:57
Ashar
15:18
Maghrib
17:50
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)