LANGIT7.ID-Lima pondok pesantren di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dijadikan sebagai pilot pendampingan pesantren ramah anak.
Direktur Jenderal Pendis Kemenag, Amin Suyitno mengatakan, program ini bertujuan bukan hanya memberikan pendampingan dan pemantauan. Melainkan juga memberikan kesejahteraan kepada para santri secara optimal.
“Program ini diharapkan menjadi model bagi pesantren lain. Dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, aman, dan berorientasi pada kesejahteraan santri,” ujarnya melalui laman resmi Direktorat Jenderal Pendis Kemenag.
Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Nomor 1541 Tahun 2025.
Surat keputusan tersebut menegaskan, komitmen Direktorat Jenderal Pendis Kemenag dalam mendorong lingkungan Ponpes yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Adapun 5 Ponpes di Lombok yang menjadi pilot pendampingan program pesantren ramah anak Kemenag, yakni Ponpes Abu Hurairah Mataram, Ponpes Nurul Hakim Lombok Barat.
Kemudian, Ponpes Qomarul Huda Lombok Tengah, Ponpes Thohir Yasin Lombok Timur, dan Ponpes Al-Hikmah Pemenang Lombok Utara.
Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said juga menegaskan, program ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antar kementerian dan pesantren. Untuk memastikan agar anak dapat bertumbuh secara efektif di Ponpes.
“Program ini tidak bisa dijalankan oleh Kemenag saja. Kerja sama lintas kementerian dan lembaga sangat perlu untuk memastikan keberhasilan implementasinya,” ujarnya.(*)
(hbd)