Peringatan Tsunami Akibat Gempa 6,6 SR Jepang Dicabut
Haris budiman
Selasa, 14 Januari 2025 - 10:24 WIB
Staf membersihkan serpihan kaca yang pecah dan berserakan akibat gempa bumi di Stasiun Bandara JR Miyazaki, di Miyazaki, di barat daya Jepang, Senin 13 Januari 2025. (credit photo: Kyodo News via AP)
LANGIT7.ID-Setelah sebelumnya mengeluarkan peringatan tsunami akibat gempa 66 skala Richter, pemerintah Jepang kemudian merevisi dan mencabutnya, sebagaimana laporan apnews, dikutip Selasa (14/12025).
Jepang mengeluarkan peringatan tsunami pada hari Senin setelah gempa berkekuatan 6,6 skala Richter menghantam bagian barat daya negara itu. Peringatan publik untuk menjauh dari daerah pantai kemudian dicabut, demikian apnews melaporkan.
Badan Meteorologi Jepang awalnya memberikan perkiraan kekuatan gempa sebesar 6,9 SR, namun kemudian merevisinya.
Seorang pejabat pertama kali mengatakan kepada wartawan bahwa magnitudo yang diturunkan adalah 6,7, tetapi badan tersebut kemudian merilis pernyataan dengan magnitudo yang direvisi menjadi 6,6.
Tidak ada laporan langsung mengenai kerusakan. Penduduk di beberapa daerah pesisir diminta untuk mengungsi sebagai tindakan pencegahan.
Satu orang terluka ringan di Kyushu setelah terjatuh dari tangga, NHK TV melaporkan. Kereta api berhenti beroperasi di Stasiun Miyazaki, membuat para penumpang terlantar.
NHK mengatakan bahwa tsunami, yang diperkirakan setinggi 1 meter (3,2 kaki), mencapai daratan dalam waktu 30 menit setelah gempa. Air yang terdeteksi di Pelabuhan Miyazaki mencapai ketinggian 20 cm (0,7 kaki), kata laporan tersebut.
Jepang mengeluarkan peringatan tsunami pada hari Senin setelah gempa berkekuatan 6,6 skala Richter menghantam bagian barat daya negara itu. Peringatan publik untuk menjauh dari daerah pantai kemudian dicabut, demikian apnews melaporkan.
Badan Meteorologi Jepang awalnya memberikan perkiraan kekuatan gempa sebesar 6,9 SR, namun kemudian merevisinya.
Seorang pejabat pertama kali mengatakan kepada wartawan bahwa magnitudo yang diturunkan adalah 6,7, tetapi badan tersebut kemudian merilis pernyataan dengan magnitudo yang direvisi menjadi 6,6.
Tidak ada laporan langsung mengenai kerusakan. Penduduk di beberapa daerah pesisir diminta untuk mengungsi sebagai tindakan pencegahan.
Satu orang terluka ringan di Kyushu setelah terjatuh dari tangga, NHK TV melaporkan. Kereta api berhenti beroperasi di Stasiun Miyazaki, membuat para penumpang terlantar.
NHK mengatakan bahwa tsunami, yang diperkirakan setinggi 1 meter (3,2 kaki), mencapai daratan dalam waktu 30 menit setelah gempa. Air yang terdeteksi di Pelabuhan Miyazaki mencapai ketinggian 20 cm (0,7 kaki), kata laporan tersebut.