Wow! Mahasiswa UNUSIA Raih Double Medals di Olimpiade Sains Nasional 2025
Haris budiman
Rabu, 15 Januari 2025 - 09:16 WIB
Rozi Aldi, mahasiswa semester 5 Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Islam Nusantara. (kredit foto: kemenag.go.id)
LANGIT7.ID, Jakarta-Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) kembali mencetak sejarah membanggakan di kancah nasional.
Rozi Aldi, mahasiswa semester 5 Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Islam Nusantara, berhasil meraih dua medali bergengsi dalam Olimpiade Sains Nasional Awal Tahun (OSN-AT) 2025.
Rozi mengamankan Medali Emas di bidang Sejarah dan Medali Perak di cabang Bahasa Inggris, mengungguli ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam wawancaranya, sebagaimana dikutip dari kemenag.go.id, Rozi menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaiannya.
"Prestasi ini adalah hasil doa, kerja keras, dan dukungan dari semua pihak. Saya persembahkan ini untuk UNUSIA, keluarga, dan teman-teman yang selalu mendorong saya untuk berprestasi," ungkapnya dengan penuh haru.
Mahasiswa dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tidak hanya menginspirasi dengan prestasi akademiknya tetapi juga kisah hidupnya.
Lahir dari tanah kelahiran ulama besar Buya Hamka, ia membawa semangat pesantren ke ranah pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dari Kementerian Agama RI.
Rozi Aldi, mahasiswa semester 5 Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Islam Nusantara, berhasil meraih dua medali bergengsi dalam Olimpiade Sains Nasional Awal Tahun (OSN-AT) 2025.
Rozi mengamankan Medali Emas di bidang Sejarah dan Medali Perak di cabang Bahasa Inggris, mengungguli ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam wawancaranya, sebagaimana dikutip dari kemenag.go.id, Rozi menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaiannya.
"Prestasi ini adalah hasil doa, kerja keras, dan dukungan dari semua pihak. Saya persembahkan ini untuk UNUSIA, keluarga, dan teman-teman yang selalu mendorong saya untuk berprestasi," ungkapnya dengan penuh haru.
Mahasiswa dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tidak hanya menginspirasi dengan prestasi akademiknya tetapi juga kisah hidupnya.
Lahir dari tanah kelahiran ulama besar Buya Hamka, ia membawa semangat pesantren ke ranah pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dari Kementerian Agama RI.