Mengenal 8 Mustahik, Golongan yang Berhak Menerima Zakat
Esti setiyowati
Rabu, 15 Januari 2025 - 17:45 WIB
Ilustrasi pembagian zakat fitrah. Foto: Istimewa.
Zakat adalah bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim bila sudah mencapai syarat yang ditetapkan. Sebagai salah satu rukun Islam, zakat wajib ditunaikan untuk diberikan pada golongan yang berhak menerimanya (asnaf).
Al-Qur'an dalam surah At-Taubah ayat 60 menjabarkan tentang 8 golongan mustahik zakat.
۞ إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Innamaṣ-ṣadaqātu lil-fuqarā`i wal-masākīni wal-'āmilīna 'alaihā wal-mu`allafati qulụbuhum wa fir-riqābi wal-gārimīna wa fī sabīlillāhi wabnis-sabīl, farīḍatam minallāh, wallāhu 'alīmun ḥakīm
Artinya: Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Baca juga: Zakat, Infak dan Shadaqah untuk Korban Bencana, Mana Didahulukan?
Pendakwah Ustaz Adi Hidayat menjelaskan, Al-Qur'an menegaskan bahwa penyaluran zakat harus tepat sasaran atau tidak boleh keluar dari depan golongan yang disebut sebagai mustahik ini.
Al-Qur'an dalam surah At-Taubah ayat 60 menjabarkan tentang 8 golongan mustahik zakat.
۞ إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Innamaṣ-ṣadaqātu lil-fuqarā`i wal-masākīni wal-'āmilīna 'alaihā wal-mu`allafati qulụbuhum wa fir-riqābi wal-gārimīna wa fī sabīlillāhi wabnis-sabīl, farīḍatam minallāh, wallāhu 'alīmun ḥakīm
Artinya: Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Baca juga: Zakat, Infak dan Shadaqah untuk Korban Bencana, Mana Didahulukan?
Pendakwah Ustaz Adi Hidayat menjelaskan, Al-Qur'an menegaskan bahwa penyaluran zakat harus tepat sasaran atau tidak boleh keluar dari depan golongan yang disebut sebagai mustahik ini.