Gencatan Senjata Hamas-Israel di Gaza: Muhammadiyah Dorong Indonesia Perkuat Dukungan untuk Palestina
Nabil
Kamis, 16 Januari 2025 - 19:33 WIB
Gencatan Senjata Hamas-Israel di Gaza: Muhammadiyah Dorong Indonesia Perkuat Dukungan untuk Palestina
LANGIT7.ID-Jakarta; Kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel yang akan berlaku 19 Januari 2024 membuka harapan baru bagi perdamaian di Gaza. Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia mendorong pemerintah untuk mengambil peran lebih besar dalam proses perdamaian dan mendukung Palestina menjadi anggota penuh PBB.
"Kami sangat mengapresiasi tercapainya kesepakatan gencatan senjata ini karena menjadi peluang bagi terwujudnya perdamaian dan kesejahteraan seluruh masyarakat Gaza serta Palestina secara menyeluruh," ujarKetua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafiq Mughni dalam keterangannya, Kamis (16/1/2025).
Baca juga: Tragedi Gaza: Puluhan Warga Tewas dalam Serangan Israel Usai Kesepakatan Gencatan Senjata
Setelah konflik berkepanjangan selama 460 hari, kesepakatan damai ini dipandang sebagai momentum penting yang perlu dikawal bersama. Muhammadiyah menekankan pentingnya komitmen untuk benar-benar menghentikan segala bentuk kekerasan di sepanjang Jalur Gaza.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kesepakatan-kesepakatan damai termasuk perjanjian multilateral seringkali tidak dipatuhi. Meski demikian, Muhammadiyah tetap optimis dengan prospek perdamaian yang berkelanjutan.
"Seringkali kesepakatan multilateral yang sudah dibuat dilanggar," ujar dia.
"Kami sangat mengapresiasi tercapainya kesepakatan gencatan senjata ini karena menjadi peluang bagi terwujudnya perdamaian dan kesejahteraan seluruh masyarakat Gaza serta Palestina secara menyeluruh," ujarKetua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafiq Mughni dalam keterangannya, Kamis (16/1/2025).
Baca juga: Tragedi Gaza: Puluhan Warga Tewas dalam Serangan Israel Usai Kesepakatan Gencatan Senjata
Setelah konflik berkepanjangan selama 460 hari, kesepakatan damai ini dipandang sebagai momentum penting yang perlu dikawal bersama. Muhammadiyah menekankan pentingnya komitmen untuk benar-benar menghentikan segala bentuk kekerasan di sepanjang Jalur Gaza.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kesepakatan-kesepakatan damai termasuk perjanjian multilateral seringkali tidak dipatuhi. Meski demikian, Muhammadiyah tetap optimis dengan prospek perdamaian yang berkelanjutan.
"Seringkali kesepakatan multilateral yang sudah dibuat dilanggar," ujar dia.