Kesepakatan Gencatan Senjata Hamas-Israel di Gaza: Rusia Dorong Perdamaian Permanen di Timur Tengah
Nabil
Jum'at, 17 Januari 2025 - 05:10 WIB
Dmitry Peskov, juru bicara Presiden Vladimir Putin (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID-,Jakarta; Pemerintah Rusia memberikan tanggapan resmi terkait kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel di Gaza. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis (16/1), dimana Moskow mendorong terciptanya stabilitas jangka panjang dan penyelesaian politik menyeluruh untuk konflik Palestina-Israel di kawasan tersebut.
Qatar sebagai mediator utama telah mengumumkan terobosan penting pada Rabu. Pihak Hamas dan Israel sepakat melakukan gencatan senjata di Gaza mulai hari Minggu, disertai kesepakatan pertukaran sandera dan tahanan setelah konflik berdarah yang telah berlangsung lebih dari 15 bulan.
Kremlin melalui pernyataan resminya menanggapi positif kesepakatan gencatan senjata Hamas-Israel tersebut. Meski demikian, pihak Rusia tetap berhati-hati setelah munculnya tuduhan Israel bahwa Hamas mundur dari kesepakatan awal ini.
"Setiap upaya penyelesaian yang mengarah pada gencatan senjata di Gaza, mengakhiri krisis kemanusiaan, dan meningkatkan keamanan Israel patut disambut baik," ungkap Dmitry Peskov, juru bicara Presiden Vladimir Putin dalam konferensi pers, dikutip Jumat (17/1/2025).
"Namun kita perlu menunggu proses finalisasi kesepakatan ini rampung," tambahnya.
Maria Zakharova, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan kepada wartawan bahwa kesepakatan gencatan senjata Hamas-Israel merupakan "langkah konkret menuju stabilitas jangka panjang di zona konflik Palestina-Israel."
Lebih lanjut, Zakharova menegaskan bahwa momentum kesepakatan damai ini harus menjadi landasan kuat untuk memulai proses penyelesaian politik yang menyeluruh dalam menghadapi konflik berkepanjangan di Gaza.
Qatar sebagai mediator utama telah mengumumkan terobosan penting pada Rabu. Pihak Hamas dan Israel sepakat melakukan gencatan senjata di Gaza mulai hari Minggu, disertai kesepakatan pertukaran sandera dan tahanan setelah konflik berdarah yang telah berlangsung lebih dari 15 bulan.
Kremlin melalui pernyataan resminya menanggapi positif kesepakatan gencatan senjata Hamas-Israel tersebut. Meski demikian, pihak Rusia tetap berhati-hati setelah munculnya tuduhan Israel bahwa Hamas mundur dari kesepakatan awal ini.
"Setiap upaya penyelesaian yang mengarah pada gencatan senjata di Gaza, mengakhiri krisis kemanusiaan, dan meningkatkan keamanan Israel patut disambut baik," ungkap Dmitry Peskov, juru bicara Presiden Vladimir Putin dalam konferensi pers, dikutip Jumat (17/1/2025).
"Namun kita perlu menunggu proses finalisasi kesepakatan ini rampung," tambahnya.
Maria Zakharova, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan kepada wartawan bahwa kesepakatan gencatan senjata Hamas-Israel merupakan "langkah konkret menuju stabilitas jangka panjang di zona konflik Palestina-Israel."
Lebih lanjut, Zakharova menegaskan bahwa momentum kesepakatan damai ini harus menjadi landasan kuat untuk memulai proses penyelesaian politik yang menyeluruh dalam menghadapi konflik berkepanjangan di Gaza.
(lam)