Indahnya Semarang Bridge Fountain, Wisata Air Gratis di Sungai Banjir Kanal Barat
Arif purniawan
Selasa, 21 September 2021 - 10:55 WIB
Bridge Fountain di Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang menjadi destinasi wisata baru warga yang ingin mengisi waktu malam di tepi sungai. (foto: Instagram/ @semarangprojects)
Bridge Fountain di Sungai Banjir Kanal Barat sempat ditutup selama Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Wisata air gratis ini sempat menjadi primadona warga Semarang.
Destinasi wisata yang menampilkan atraksi air yang menari, dengan diterangi cahaya warna warni mengikuti alur musik yang diputar ini ramai dikunjungi wisatawan lokal.
Air menari dengan lampu warna-warni ini tak jauh beda dengan atraksi di Banpo Bridge Fountain, atraksi air di Sungai Banpo, Korea Selatan, dengan pertujukan moonlight rainbow fountain, di Seoul.
Selama PPKM level 2, bridge fountain memang sudah dibuka kembali. Namun hanya beroperasi selama 2 hari, yakni hari Jumat dan Sabtu pukul 20.00-20.30 WIB.
Baca juga:Gua Kreo, Destinasi Wisata Petilasan Sunan Kalijaga yang Makin Cantik
Pantauan LANGI7.ID, pada Sabtu (18/9) pengunjung yang sebagian besar keluarga dengan anak kecil nampak berjubel di ujung Jalan Basudewo.
Sementara yang di Jalan Kokrosono, tidak terlalu banyak, termasuk di Jalan Pusponjolo. Para pengunjung memilih menyaksikan dari Jalan Basudewo, karena jaraknya yang lebih dekat
Destinasi wisata yang menampilkan atraksi air yang menari, dengan diterangi cahaya warna warni mengikuti alur musik yang diputar ini ramai dikunjungi wisatawan lokal.
Air menari dengan lampu warna-warni ini tak jauh beda dengan atraksi di Banpo Bridge Fountain, atraksi air di Sungai Banpo, Korea Selatan, dengan pertujukan moonlight rainbow fountain, di Seoul.
Selama PPKM level 2, bridge fountain memang sudah dibuka kembali. Namun hanya beroperasi selama 2 hari, yakni hari Jumat dan Sabtu pukul 20.00-20.30 WIB.
Baca juga:Gua Kreo, Destinasi Wisata Petilasan Sunan Kalijaga yang Makin Cantik
Pantauan LANGI7.ID, pada Sabtu (18/9) pengunjung yang sebagian besar keluarga dengan anak kecil nampak berjubel di ujung Jalan Basudewo.
Sementara yang di Jalan Kokrosono, tidak terlalu banyak, termasuk di Jalan Pusponjolo. Para pengunjung memilih menyaksikan dari Jalan Basudewo, karena jaraknya yang lebih dekat