LANGIT7.ID, Semarang - Bridge Fountain di Sungai Banjir Kanal Barat sempat ditutup selama Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Wisata air gratis ini sempat menjadi primadona warga Semarang.
Destinasi wisata yang menampilkan atraksi air yang menari, dengan diterangi cahaya warna warni mengikuti alur musik yang diputar ini ramai dikunjungi wisatawan lokal.
Air menari dengan lampu warna-warni ini tak jauh beda dengan atraksi di Banpo Bridge Fountain, atraksi air di Sungai Banpo, Korea Selatan, dengan pertujukan moonlight rainbow fountain, di Seoul.
Selama PPKM level 2, bridge fountain memang sudah dibuka kembali. Namun hanya beroperasi selama 2 hari, yakni hari Jumat dan Sabtu pukul 20.00-20.30 WIB.
Baca juga:
Gua Kreo, Destinasi Wisata Petilasan Sunan Kalijaga yang Makin CantikPantauan LANGI7.ID, pada Sabtu (18/9) pengunjung yang sebagian besar keluarga dengan anak kecil nampak berjubel di ujung Jalan Basudewo.
Sementara yang di Jalan Kokrosono, tidak terlalu banyak, termasuk di Jalan Pusponjolo. Para pengunjung memilih menyaksikan dari Jalan Basudewo, karena jaraknya yang lebih dekat
.
“Seru banget. Dari kejauhan, dengan lampu warna-warninya, sangat indah,” kata Chasan Pradianta, warga Semarang Barat.
Pengunjung memang tidak seramai saat awal-awal dibuka pada akhir tahun 2019 lalu.
Saat itu para pengunjung banyak memenuhi trotoar di Jalan Pusponjolo Timur Raya, Basudewo dan Kokrosono. Bahkan, saking banyaknya pengunjung, banyak muncul pedagang tiban.
Bridge Fountain berada di dua sisi jembatan BKB, yakni di sisi utara dan selatan. Dikendalikan oleh mesin pompa yang berada di bagian barat jembatan, di sisi selatan. Wahana wisata air tersebut mulai dibangun pada 2018 yang menelan anggaran Rp17 miliar.
“Kembali lagi secara bertahap. Yang penting protokol kesehatan,” pesan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi).
Baca juga:
Liburan Ala Pedesaan di Desa Wisata Pandansari BatangHendi berharap Bridge Fountain bisa meningkatkan kunjungan wisatawan yang ada di Kota Semarang. Selain di BKB, air mancur juga ada di Taman Indonesia Kaya, yang dulu biasa disebut Taman KB.
“Kami mendorong agar wisatawan yang masuk Kota Semarang bisa sampai 7 juta per tahun,” kata Hendi.
Pada tahun 2011, hanya ada 2,1 juta wisatawan per tahun yang datang ke Kota Semarang. Kemudian dengan berbagai upaya, pada 2017 melonjak menembus 5,8 juta wisatawan per tahun.
(sof)