LANGIT7.ID - , Semarang - Gubernur Jawa Tengah
Ganjar Pranowo mengatakan penanganan
banjir di Semarang membutuhkan dukungan dari semua pihak, mulai dari pemerintah kota, provinsi, hingga pusat.
“Rasa-rasanya kita butuh kerja sama antara Pemkot, Pemprov dengan Kementerian PUPR agar kita pinjam beberapa pompa portable untuk kita pasang di beberapa tempat sambil mencari selang yang agak panjang, sehingga ada satu rekayasa pemompaan yang menurut saya bisa jauh lebih baik, ini yang kita coba berikhtiarkan,” tuturnya, di sela-sela meninjau banjir di
Semarang Utara dan Semarang Timur, Selasa (3/1/2023).
Baca juga: Banjir Semarang, 50 Personil TNI AL Bantu Penutupan TanggulGanjar berharap kerja sama antara Pemkot, Pemprov dan Kementerian PUPR membawa penanganan yang lebih tertata. Apalagi kemarin, lanjut Ganjar, rapat koordinasi dengan daerah termasuk Kepala BMKG dan BNPB sudah dilakukan.
“Tapi hari ini saya mau rapatkan secara keseluruhan agar ada inisiatif dari kita, jadi kita mesti pimpin itu agar kemudian mengkoordinasikan, karena yang paling tahu sebenarnya yang ada di kota kabupaten dan tinggal eksekusinya, tapi kalau sulit ya kita membantu,” tandasnya.
Ganjar Pranowo pada Selasa (3/1/2023) pagi bersepeda memantau perkampungan di Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Ia meninjau sejumlah titik banjir yang masih belum surut di beberapa kelurahan di sana.
Berangkat dari rumah dinasnya pukul 05.30 WIB, Ganjar langsung menuju ke arah Utara Kota Semarang. Masih ada beberapa titik perkampungan yang jalannya tergenang banjir di Kelurahan Sawah Besar.
Baca juga: Rekomendasi 5 Destinasi Wisata Seru di SemarangSaat dicek, pompa yang ada di sekitar sana kondisinya terendam air. Dengan kata lain debit air lebih tinggi sehingga pompa tidak berfungsi. Selain itu, mantan anggota DPR RI itu juga sempat menengok ke Rumah Pompa Waru.
Petugas Rumah Pompa, Kuntadi mengatakan banjir di sekitar Sawah Besar mulai surut sejak Senin, kemarin.
“Semalam hujan memang sempat naik lagi, tapi nggak banyak dan bisa dipompa langsung ke Banjir Kanal Timur. Pompanya jalan terus,” kata Kuntadi pada Ganjar.
Dari sana, politisi PDIP ini kemudian menuju ke arah Kaligawe. Tampak dari jembatan Banjir Kanal Timur, arah menuju jembatan Kaligawe masih terendam banjir. Di sisi jalan Tambakrejo, berdiri dapur umum milik Polda Jateng.
“Saya melihat di beberapa titik genangan di Tambakrejo adalah bagian yang masih relatif agak lama genangannya. Tadi Pak Camat menyampaikan aliran sungai Tenggang, tapi sungainya penuh,” kata Ganjar.
Sementara itu, Camat Gayamsari, Agus Jun, melaporkan pada Ganjar bahwa dari tujuh kelurahan saat ini masih ada sekitar empat kelurahan yang terendam banjir. Antara lain Tambakrejo, Kaligawe, sebagian Sawah Besar, dan Sambirejo.
Baca juga: Pagar Nusa Semarang Kirim Relawan Bantu Korban Gempa CianjurDari pantauannya, banjir di kawasan Tambakrejo bisa disedot dan dibuang ke Banjir Kanal Timur. Tapi butuh pompa portable dengan selang yang lebih panjang.
“Matahari sudah kelihatan (cuaca) kering, ini kesempatan kita nyedot cepet-cepet,” katanya.
Ganjar mengatakan tindakan yang diambil harus lebih spekulatif. Apalagi semalam Kota Semarang sempat turun hujan dengan intensitas sedang.
“Ini membikin kita makin spekulatif lagi jangan sampai posisinya makin tidak terkendali,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dijadwalkan akan mengunjungi lokasi banjir di Kota Semarang pada siang ini.
(est)