LANGIT7.ID, Semarang - ua Kreo baru saja meraih penghargaan juara harapan 3 untuk kategori wisata alam di ajang Trisakti Tourism Award 2021.
Destinasi wisata yang berada di Dusun Talun Kacang, Kelurahan Kandri, Gunungpati, Kota Semarang ini dipercaya merupakan petilasaan Sunan Kalijaga, penyebar agama Islam di Pulau Jawa.
Dikisahkan, Sunan Kalijaga mengambil kayu jati yang berada di kawasan Gua Kreo untuk membangun Masjid Demak. Namun, kawanan kera yang ada di sekitar goa berusaha ingin ikut Waliyullah yang memiliki nama asli Raden Mas Said, tapi dilarang.
Oleh Sunan Kalijaga kera itu disuruh menjaga atau, mangreho, yang akhirnya menjadi kata kreo. Legenda itu tertulis dalam batu prasasti, yang berada di areal parkir.
Baca juga:
Mau Mendaki Gunung Dempo di Pagaralam, Ini SyaratnyaKelurahan Kandri, ditetapkan menjadi Desa Wisata oleh Pemkot Semarang pada 20 Desember 2012. Obyek wisata ini awalnya menawarkan suasana pedesaan yang rindang. Dan juga, pemandangan alam. Namun sejak di wilayah Kandri dibangun Waduk Jatibarang dengan wilayah perairan 189 hektare, membuat tempat wisata di tepi waduk ini makin elok.
Wisatawan tidak hanya duduk-duduk santai, dengan lalu lalang kera di sekitarnya. Tapi juga bisa menikmati pemandangan waduk raksasa tersebut dengan pesona Gunung Ungaran dari kejauhan.
Sebagai penghubung antara titik gua dan pintu masuk wisata, ada jembatan yang bisa menjadi spot foto menarik.
Setelah waduk mulai dioperasikan pada 2015 silam, warga setempat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata, memanfaatkan waduk dengan menyewakan perahu, untuk berkeliling. Tentunya perahu sudah dilengkapi dengan standar pengamanan yang memadai.
![Gua Kreo, Destinasi Wisata Petilasan Sunan Kalijaga yang Makin Cantik]()
Jika Sobat Langit7 ingin mencari spot foto lainnya, bisa memanfaatkan jasa foto yang dibuka oleh salah satu warga Talun Kacang. Lokasinya berada disalah satu rumah, sebelum loket masuk. Di jasa foto tersebut, yang menarik banyak perhatian pengunjung adalah foto dengan background sedang di tengah salju.
Untuk masuk ke kawasan wisata, biayanya sangat murah. Dengan hanya membayar Rp3.000, sudah termasuk membayar parkir, dan bisa menikmati panorama di sana dan berselfy, dengan latar keindahan alam. Kelurahan Kandri terdiri dari 4 RW. Gua Kreo, berada di RW 4 Kandri.
Sementara itu, di RW 1, Pokdarwis Pandanaran, ikut memberdayakan ekonomi warga setempat. Salah satunya dengan menawarkan edukasi minat khusus, untuk anak-anak sekolah dasar. Bisa bercocok tanamdi sawah, tangkap ikan, maupun memanen singkong, mengunjungi kandang sapi dan melukis caping.
“Jadi warga yang singkongnya dipanen anak-anak, mendapatkan uang. Begitu juga dengan warga yang sawahnya untuk praktik belajar menanam padi, juga ikut mendapat penghasilan,” kata Edi Zubaedi, Bagian Pemasaran Pokdarwis Pandanaran.
Jika Gua Kreo di RW 4 tiket masuk dikelola oleh Pemkot Semarang, untuk paket edukasi minat khusus, semuanya dikelola mandiri oleh warga. Termasuk penyediaan makan dan snack, ini diserahkan kepada warga setempat secara bergantian.
(sof)