Profil Ponpes Al-Hikam, Warisan KH. Hasyim Muzadi, Pelopor Pesantren Khusus Mahasiswa
Haris budiman
Ahad, 19 Januari 2025 - 09:33 WIB
Salah satu kegiatan di Ponpes Al Hikam Malang. (foto: alhikam.ac.id)
LANGIT7.ID-KH.Hasyim Muzadi mewariskan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hikam, sebagai salah satu institusi pendidikan bagi anak-anak Indonesia.
Pesantren yang beralamat di Jl.Cengger Alam, Malang, Jawa Timur ini resmi berdiri pada 17 Ramadan 1413 atau 21 Maret 1992.
Al-Hikam disebut sebagai pelopor pesantren khusus mahasiswa. Dengan model pendidikan ini, Pesantren Al-Hikam menginginkan terwujudnya kesatupaduan antara ilmu pengetahuan dan agama secara utuh, tanpa dikotomi keilmuan.
Awal berdiri Ponpes Al-Hikam
Digagas oleh KH. Hasyim Muzadi yang mulai berdomisili di Jalan Cengger Ayam no. 5, Kelurahan Tulusrejo, Lowokwaru, Kota Malang, pondok ini merupakan tanggung jawab Hasyim Muzadi berkhidmat pada umat seperti yang dipesankan salah satu guru, Kiai Anwar, pendiri pondok Pesantrean An Nur Bululawang, Malang .
Dikutip dari alhikam.ac.id, sebagai langkah awal, Hasyim Muzadi yang pada waktu itu sudah terkenal sebagai aktivis organisasi Nahdlatul Ulama dan mubaligh, merintis pengajian rutin pada setiap Jumat yang dilakukan secara bergantian dari rumah ke rumah.
Pada tahun 1984, bersama dengan masyarakat Jantisari di atas tanah wakaf keluarga M. Cholil Alwi, ia membangun surau kecil yang nantinya akan menjadi pusat pembinaan keagamaan.
Pesantren yang beralamat di Jl.Cengger Alam, Malang, Jawa Timur ini resmi berdiri pada 17 Ramadan 1413 atau 21 Maret 1992.
Al-Hikam disebut sebagai pelopor pesantren khusus mahasiswa. Dengan model pendidikan ini, Pesantren Al-Hikam menginginkan terwujudnya kesatupaduan antara ilmu pengetahuan dan agama secara utuh, tanpa dikotomi keilmuan.
Awal berdiri Ponpes Al-Hikam
Digagas oleh KH. Hasyim Muzadi yang mulai berdomisili di Jalan Cengger Ayam no. 5, Kelurahan Tulusrejo, Lowokwaru, Kota Malang, pondok ini merupakan tanggung jawab Hasyim Muzadi berkhidmat pada umat seperti yang dipesankan salah satu guru, Kiai Anwar, pendiri pondok Pesantrean An Nur Bululawang, Malang .
Dikutip dari alhikam.ac.id, sebagai langkah awal, Hasyim Muzadi yang pada waktu itu sudah terkenal sebagai aktivis organisasi Nahdlatul Ulama dan mubaligh, merintis pengajian rutin pada setiap Jumat yang dilakukan secara bergantian dari rumah ke rumah.
Pada tahun 1984, bersama dengan masyarakat Jantisari di atas tanah wakaf keluarga M. Cholil Alwi, ia membangun surau kecil yang nantinya akan menjadi pusat pembinaan keagamaan.