home masjid

Kisah Sayyidah Hafshah Dinikahi Rasulullah SAW setelah Ditolak Abu Bakar dan Utsman

Selasa, 21 Januari 2025 - 17:04 WIB
Pada bulan Syaban tahun ke-3 H seluruh kota Madinah memberkahi pernikahan Nabi dengan Hafshah binti Umar ibn Khattab. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Sayyidah Hafshah adalah putri dari sahabat Umar bin Khattab Radhiallahu anhu (ra). Beliau memiliki kepribadian yang kuat seperti sang ayah. Selain itu, beliau juga seorang wanita yang pandai dalam hal membaca dan menulis, meskipun pada waktu itu kemampuan tersebut belum lazim dimiliki oleh kaum wanita. Sayyidah Hafshah disebut sebagai Shawwamah (wanita rajin puasa) dan qawwamah (wanita rajin salat malam).

Suaminya, Khunais bin Khudzafah As-Sahmi, syahid dalam Perang Badar, pada sekitar 2-3 Hijriyah. Khunais ibn Hudzafah ibn Qais ibn ‘Adi as-Sahmi al-Qurasyi adalah sahabat Nabi yang mengalami dua kali hijrah, ke Habasyah dan Madinah, dan sahid dalam Perang Badar. Ia meninggalkan Sayyidah Hafshah menjadi janda muda yang bertakwa.

Saat menjanda, Sayyidah Hafshah masih sangat belia, belum genap berusia delapan belas tahun.

Setelah Khunais meninggal dunia, Sayyidah Hafshah dipulangkan ke rumah bapaknya, Umar bin Khattab. Hal ini membuat Umar bin Khattab iba, susah, dan semakin menderita.

Secara ekonomi, pada saat itu Umar bin Khattab dalam keadaan susah. Kehadiran Hafshah di rumahnya sudah barang tentu menambah beban beratnya.

Sementara secara sosial, Umar bin Khattab sedih melihat putrinya hidup menjanda. Setelah berpikir panjang, Umar memutuskan untuk mencarikan seorang suami yang akan menjadi penggugah keceriaan bagi putrinya sehingga putrinya itu bisa menemukan kembali kedamaian kembali seperti dulu.

Baca juga: Kisah Mariyah Al-Qibthiyah: Istri Nabi yang Pada Awalnya Beragama Nasrani
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya