Pengusaha AS Beri Sinyal Kuat Investasi Program 3 Juta Rumah Prabowo, Ini Bentuknya
Tim langit 7
Selasa, 21 Januari 2025 - 22:11 WIB
Pengusaha AS Beri Sinyal Kuat Investasi Program 3 Juta Rumah Prabowo, Ini Bentuknya
LANGIT7.ID-Jakarta; Sinyal positif mengalir dari kalangan pengusaha Amerika Serikat untuk mendukung program 3 juta rumah per tahun Presiden Prabowo Subianto. Dukungan nyata pebisnis AS ini akan fokus pada penyediaan teknologi dan material untuk menunjang mega proyek perumahan nasional.
Kabar menggembirakan ini terungkap usai pertemuan pengusaha AS yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council dengan Presiden Prabowo pada akhir 2024. Meski tidak berinvestasi langsung dalam konstruksi, namun bentuk dukungan mereka akan diberikan melalui pasokan material dan teknologi.
"Saya rasa perusahaan-perusahaan USABC mungkin tak akan berinvestasi secara langsung di sana. Tapi mereka akan memasok (kebutuhan perumahan), mereka berkata, 'Ini program yang sangat menarik,'" kata Senior Vice President & Regional Managing Director US-ASEAN Business Council Brian McFeeters di Jakarta, Selasa (21/1/2025).
Bentuk dukungan dari pengusaha AS ini akan berfokus pada penyediaan material dan peralatan elektronik untuk menunjang kenyamanan jutaan unit hunian yang akan dibangun. Hubungan baik yang terjalin antara pelaku usaha AS dengan pemerintahan Prabowo menjadi modal penting dalam kolaborasi ini.
Keputusan Indonesia bergabung dengan BRICS pun tidak menggoyahkan minat investasi mereka. "Mereka tak terlalu khawatir soal itu. Tak ada masalah berarti bagi mereka," ujar dia.
Program perumahan nasional ini sebelumnya telah mendapat komitmen besar dari Qatar dengan total investasi hingga Rp655,2 triliun (US$40 miliar). Rinciannya, US$20 miliar atau sekitar Rp327,6 triliun untuk membangun 1 juta unit hunian di perkotaan, ditambah US$20 miliar atau Rp327,6 triliun lainnya untuk pengembangan rumah pedesaan dan rumah susun.
Turki juga telah menyatakan kesanggupan membangun 50 ribu unit rumah. Tidak mau ketinggalan, Singapura berkomitmen mengembangkan 100 ribu unit hunian baru.
Kabar menggembirakan ini terungkap usai pertemuan pengusaha AS yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council dengan Presiden Prabowo pada akhir 2024. Meski tidak berinvestasi langsung dalam konstruksi, namun bentuk dukungan mereka akan diberikan melalui pasokan material dan teknologi.
"Saya rasa perusahaan-perusahaan USABC mungkin tak akan berinvestasi secara langsung di sana. Tapi mereka akan memasok (kebutuhan perumahan), mereka berkata, 'Ini program yang sangat menarik,'" kata Senior Vice President & Regional Managing Director US-ASEAN Business Council Brian McFeeters di Jakarta, Selasa (21/1/2025).
Bentuk dukungan dari pengusaha AS ini akan berfokus pada penyediaan material dan peralatan elektronik untuk menunjang kenyamanan jutaan unit hunian yang akan dibangun. Hubungan baik yang terjalin antara pelaku usaha AS dengan pemerintahan Prabowo menjadi modal penting dalam kolaborasi ini.
Keputusan Indonesia bergabung dengan BRICS pun tidak menggoyahkan minat investasi mereka. "Mereka tak terlalu khawatir soal itu. Tak ada masalah berarti bagi mereka," ujar dia.
Program perumahan nasional ini sebelumnya telah mendapat komitmen besar dari Qatar dengan total investasi hingga Rp655,2 triliun (US$40 miliar). Rinciannya, US$20 miliar atau sekitar Rp327,6 triliun untuk membangun 1 juta unit hunian di perkotaan, ditambah US$20 miliar atau Rp327,6 triliun lainnya untuk pengembangan rumah pedesaan dan rumah susun.
Turki juga telah menyatakan kesanggupan membangun 50 ribu unit rumah. Tidak mau ketinggalan, Singapura berkomitmen mengembangkan 100 ribu unit hunian baru.