Prabowo Pangkas Rp20 Triliun Anggaran Dinas, Dana Dialihkan untuk Bangun Ribuan Sekolah
Tim langit 7
Kamis, 23 Januari 2025 - 13:38 WIB
Prabowo Pangkas Rp20 Triliun Anggaran Dinas, Dana Dialihkan untuk Bangun Ribuan Sekolah
LANGIT7.ID-Jakarta; Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kebijakan penghematan Rp20 triliun melalui pemangkasan anggaran perjalanan dinas dan seremonial dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/1). Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan puluhan ribu gedung sekolah.
Presiden Prabowo memaparkan tiga kriteria utama dalam penyusunan anggaran negara. "Saya tegaskan bahwa kriteria anggaran yang akan kita laksanakan, kriteria yang pertama adalah harus bisa menciptakan lapangan kerja, sudah saya katakan berkali-kali. Kedua harus meningkatkan produktivitas, produktivitas ini harus bisa diukur dengan kuantifikasi berapa devisa yang dihasilkan, berapa devisa yang dihemat, kemudian kriteria selanjutnya adalah harus mengarah kepada swasembada pangan dan swasembada energi," jelas Presiden, dikutip Kamis (23/1/2025).
Kabar menggembirakan datang dari program bebas impor beras 2025 yang diprediksi dapat tercapai lebih cepat dari rencana semula. Indonesia diperkirakan tidak akan mengimpor beras, jagung, dan garam pada akhir 2025 atau paling lambat awal 2026. "Jadi mungkin tiga tahun lebih cepat dari sasaran yang kita tetapkan. Artinya bahwa dengan niat baik, dengan kerja keras, dengan orientasi kepada negara dan bangsa, kebijakan yang masuk akal akan membuahkan hasil yang cepat," ungkap Presiden.
Revolusi Anggaran 2025: Rapat Cukup 15 Orang, Sisanya Virtual
Dalam upaya efisiensi anggaran, Presiden Prabowo mengambil langkah tegas dengan memangkas anggaran untuk kegiatan seremonial dan perjalanan dinas. "Perayaan sejarah, perayaan ulang tahun laksanakan secara sederhana di kantor, di ruangan, kalau perlu yang hadir hanya 15 orang sisanya di vidcon-kan. Perjalanan dinas dikurangi, saya potong setengah, dengan setengah kita bisa menghemat Rp20 triliun lebih, kalau kita hitung Rp20 triliun berapa puluh ribu gedung sekolah bisa kita perbaiki," tegas Presiden.
Target Ambisius: Indonesia Bebas Impor Beras Akhir 2025
Presiden Prabowo memaparkan tiga kriteria utama dalam penyusunan anggaran negara. "Saya tegaskan bahwa kriteria anggaran yang akan kita laksanakan, kriteria yang pertama adalah harus bisa menciptakan lapangan kerja, sudah saya katakan berkali-kali. Kedua harus meningkatkan produktivitas, produktivitas ini harus bisa diukur dengan kuantifikasi berapa devisa yang dihasilkan, berapa devisa yang dihemat, kemudian kriteria selanjutnya adalah harus mengarah kepada swasembada pangan dan swasembada energi," jelas Presiden, dikutip Kamis (23/1/2025).
Kabar menggembirakan datang dari program bebas impor beras 2025 yang diprediksi dapat tercapai lebih cepat dari rencana semula. Indonesia diperkirakan tidak akan mengimpor beras, jagung, dan garam pada akhir 2025 atau paling lambat awal 2026. "Jadi mungkin tiga tahun lebih cepat dari sasaran yang kita tetapkan. Artinya bahwa dengan niat baik, dengan kerja keras, dengan orientasi kepada negara dan bangsa, kebijakan yang masuk akal akan membuahkan hasil yang cepat," ungkap Presiden.
Revolusi Anggaran 2025: Rapat Cukup 15 Orang, Sisanya Virtual
Dalam upaya efisiensi anggaran, Presiden Prabowo mengambil langkah tegas dengan memangkas anggaran untuk kegiatan seremonial dan perjalanan dinas. "Perayaan sejarah, perayaan ulang tahun laksanakan secara sederhana di kantor, di ruangan, kalau perlu yang hadir hanya 15 orang sisanya di vidcon-kan. Perjalanan dinas dikurangi, saya potong setengah, dengan setengah kita bisa menghemat Rp20 triliun lebih, kalau kita hitung Rp20 triliun berapa puluh ribu gedung sekolah bisa kita perbaiki," tegas Presiden.
Target Ambisius: Indonesia Bebas Impor Beras Akhir 2025