UGM-PBNU Bangun Kolaborasi Untuk Garap Penguatan Pendidikan di Semua Wilayah
Tim langit 7
Kamis, 23 Januari 2025 - 14:07 WIB
UGM-PBNU Bangun Kolaborasi Untuk Garap Penguatan Pendidikan di Semua Wilayah
LANGIT7.ID-Jakarta;Langkah maju dilakukan kampus Universitas Gajah Mada (UGM) dengan PBNU. Dua institusi besar ini berkolaborasi membangun penguatan pendidikan di semua wilayah.
Nota kesepahaman tersebut secara langsung ditandatangani oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dengan Rektor UGM Prof Ova Emilia dalam Pembukaan Kongres Pendidikan NU di Hotel Bidakara, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2025).
Gus Yahya menyebut kerja sama antara PBNU dan UGM sebelumnya sudah berjalan dalam beberapa kesempatan. "Misalnya, kami meluncurkan inisiatif R20 itu dengan UGM, kami juga meluncurkan buku prosiding R20 dengan UGM," ujar Gus Yahya.
Dalam beberapa waktu terakhir, PBNU bersama UGM juga mengadakan Workshop Kepesantrenan. PBNU menyadari kebutuhan untuk mengembangkan jaringan kerja sama dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi penguatan dalam bidang pendidikan sebagai khidmah kepada masyarakat. "Kita menggalang kerja sama dengan UGM karena kita memang butuh mengembangkan jaringan kerja seperti ini untuk meningkatkan kapasitas dari khidmah Nahdlatul Ulama," imbuhnya.
Senada dengan Gus Yahya, Rektor UGM Prof Ova Emilia menyebut MoU ini dilandasi dengan realita UGM juga memiliki tanggung jawab dalam hal meningkatkan kualitas pendidikan. "Sebetulnya kerja samanya ini untuk penguatan pendidikan itu sendiri. Jadi, UGM sebagai universitas yang katakanlah tua ini mempunyai tanggung jawab untuk berkontribusi untuk meningkatkan kualitas dari pendidikan," ujarnya.
Ia menilai, NU sebagai organisasi besar mempunyai potensi untuk menjangkau sampai ke akar rumput dalam jumlah yang besar. Prof Ova berharap NU bisa mengembangkan kesadaran umat dalam memprioritaskan pendidikan.
"Kita berharap karena ini merupakan kongres pendidikan yang pertama merupakan suatu penyadaran bagi organisasi itu sendiri bahwa kualitas pendidikan harus mulai sekarang dilihat sebagai satu hal yang prioritas," harapnya. Ia menekankan bukan hanya jumlah lembaga pendidikan yang menjadi fokus utama tetapi juga menitikberatkan kepada kualitas untuk meminimalisasi ketertinggalan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Nota kesepahaman tersebut secara langsung ditandatangani oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dengan Rektor UGM Prof Ova Emilia dalam Pembukaan Kongres Pendidikan NU di Hotel Bidakara, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2025).
Gus Yahya menyebut kerja sama antara PBNU dan UGM sebelumnya sudah berjalan dalam beberapa kesempatan. "Misalnya, kami meluncurkan inisiatif R20 itu dengan UGM, kami juga meluncurkan buku prosiding R20 dengan UGM," ujar Gus Yahya.
Dalam beberapa waktu terakhir, PBNU bersama UGM juga mengadakan Workshop Kepesantrenan. PBNU menyadari kebutuhan untuk mengembangkan jaringan kerja sama dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi penguatan dalam bidang pendidikan sebagai khidmah kepada masyarakat. "Kita menggalang kerja sama dengan UGM karena kita memang butuh mengembangkan jaringan kerja seperti ini untuk meningkatkan kapasitas dari khidmah Nahdlatul Ulama," imbuhnya.
Senada dengan Gus Yahya, Rektor UGM Prof Ova Emilia menyebut MoU ini dilandasi dengan realita UGM juga memiliki tanggung jawab dalam hal meningkatkan kualitas pendidikan. "Sebetulnya kerja samanya ini untuk penguatan pendidikan itu sendiri. Jadi, UGM sebagai universitas yang katakanlah tua ini mempunyai tanggung jawab untuk berkontribusi untuk meningkatkan kualitas dari pendidikan," ujarnya.
Ia menilai, NU sebagai organisasi besar mempunyai potensi untuk menjangkau sampai ke akar rumput dalam jumlah yang besar. Prof Ova berharap NU bisa mengembangkan kesadaran umat dalam memprioritaskan pendidikan.
"Kita berharap karena ini merupakan kongres pendidikan yang pertama merupakan suatu penyadaran bagi organisasi itu sendiri bahwa kualitas pendidikan harus mulai sekarang dilihat sebagai satu hal yang prioritas," harapnya. Ia menekankan bukan hanya jumlah lembaga pendidikan yang menjadi fokus utama tetapi juga menitikberatkan kepada kualitas untuk meminimalisasi ketertinggalan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.