Harlah Ke-102 Nahdlatul Ulama, Wakil Rois Aam PBNU Pesankan Tiga Peran NU
Tim langit 7
Sabtu, 25 Januari 2025 - 21:51 WIB
Wakil Rois Aam PBNU KH Anwar Iskandar.Foto/ist
Wakil Rois Aam PBNU KH Anwar Iskandar menyampaikan pesan tentang "Tiga Peran NU" dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-102 NU yang diselenggarakan PWNU Jatim di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jatim pada 24-25 Januari 2025.
"Tiga alasan yang melatarbelakangi para muassis/pendiri NU mendirikan NU adalah menjaga agama, membela negara dan melayani umat," katanya dalam keterangan tertulis dari panitia peringatan Harlah ke-102 NU, Sabtu (25/1/2025)
Didampingi Wakil Ketua Umum DR KH Zulfa Musthofa dalam pembukaan acara (24/1) itu, ia menjelaskan kalangan NU menjaga agama dengan tetap merujuk pada kitab-kitab salaf, meski pesantren NU juga mengakomodasi ilmu non-agama dengan mendirikan sekolah umum di lingkungan pesantren.
"Era modern itu maju dengan digital dan AI, tapi agama sebagai modal dasar agama jangan dilupakan, terutama kitab salaf. Al-muhafadhotu 'ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah (memelihara yang lama yang masih baik dan mengambil yang baru yang lebih baik)," katanya, mengutip prinsip NU.
Baca juga:Pesantren Nurul Jadid Semarakkan Hari Lahir ke-102 NU dengan Pekan Harlah
Dalam acara yang juga dihadiri tokoh lintas agama dan pengurus NU se-Jatim itu, ia juga menyampaikan pesan tentang membela negara, karena NU selalu merangkul dan menjaga persatuan untuk mendukung kedaulatan negara dan kemajemukan bangsa, termasuk dengan tokoh lintas agama pun NU senantiasa memerankan diri sebagai jembatan untuk kebersamaan.
"Untuk peran melayani umat antara lain diperankan NU dengan pendidikan dan berbagai peran untuk kemaslahatan, seperti kesehatan, pertanian, dan sosial-kemasyarakatan," katanya.
"Tiga alasan yang melatarbelakangi para muassis/pendiri NU mendirikan NU adalah menjaga agama, membela negara dan melayani umat," katanya dalam keterangan tertulis dari panitia peringatan Harlah ke-102 NU, Sabtu (25/1/2025)
Didampingi Wakil Ketua Umum DR KH Zulfa Musthofa dalam pembukaan acara (24/1) itu, ia menjelaskan kalangan NU menjaga agama dengan tetap merujuk pada kitab-kitab salaf, meski pesantren NU juga mengakomodasi ilmu non-agama dengan mendirikan sekolah umum di lingkungan pesantren.
"Era modern itu maju dengan digital dan AI, tapi agama sebagai modal dasar agama jangan dilupakan, terutama kitab salaf. Al-muhafadhotu 'ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah (memelihara yang lama yang masih baik dan mengambil yang baru yang lebih baik)," katanya, mengutip prinsip NU.
Baca juga:Pesantren Nurul Jadid Semarakkan Hari Lahir ke-102 NU dengan Pekan Harlah
Dalam acara yang juga dihadiri tokoh lintas agama dan pengurus NU se-Jatim itu, ia juga menyampaikan pesan tentang membela negara, karena NU selalu merangkul dan menjaga persatuan untuk mendukung kedaulatan negara dan kemajemukan bangsa, termasuk dengan tokoh lintas agama pun NU senantiasa memerankan diri sebagai jembatan untuk kebersamaan.
"Untuk peran melayani umat antara lain diperankan NU dengan pendidikan dan berbagai peran untuk kemaslahatan, seperti kesehatan, pertanian, dan sosial-kemasyarakatan," katanya.