Cara Mengunyah Makanan Dapat Cegah Terkena Kanker Lambung
Fajar adhitya
Senin, 27 Januari 2025 - 04:50 WIB
(Foto: Freepik.com)
LANGIT7.ID-Jakarta; Sebagaimana yang telah diajarkan sejak duduk di bangku sekolah dasar, seseorang harus mengunyah makanan minimal sebanyak 32 kali. Hal ini agar tekstur makanan dapat menjadi lebih halus saat masuk ke dalam lambung.
Dokter spesialis bedah konsultan bedah digestif RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan bahwa cara mengunyah yang baik hingga melakukan endoskopi dapat mencegah seseorang terkena kanker lambung.
“Untuk pencegahan kalau pertama, itu tentunya berkaitan dengan lambung ya. Tempat kita memproses makanan, jadi proses pertama itu ada di mulut kita dan kita harus mengunyah dengan baik,” kata Dr. dr. Agi Satria Putranto, Sp.B,Subsp.BD(K) dalam diskusi daring di Jakarta
Hal tersebut dapat mempermudah kerja lambung untuk membuat makanan bertekstur seperti bubur dengan bantuan enzim yang ada sebelum dikirim kepada usus. Tentunya, jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh harus memenuhi kriteria gizi seimbang seperti adanya karbohidrat, protein dan lemak.
“Kalau untuk karbohidratnya bisa dari nasi atau singkong, protein ada hewani dan nabati, lemak juga harus ada. Komposisinya tentu karbohidrat 60 persen, lemak 30 persen dan sisanya protein. Jangan lupa komponen vitamin dari buah dan sayur, serat 15 gram per hari itu akan lebih memudahkan (kerja lambung),” ujarnya.
Dia melanjutkan makanan yang dikirim ke usus akan dicampurkan dengan cairan empedu untuk mencerna lemak dan sari-sarinya diserap sampai hanya menyisakan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh.
Kemudian dikarenakan Indonesia merupakan negara tropis, masyarakat dianjurkan untuk meminum air putih setidaknya satu sampai 1,5 liter air per hari.
Dokter spesialis bedah konsultan bedah digestif RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan bahwa cara mengunyah yang baik hingga melakukan endoskopi dapat mencegah seseorang terkena kanker lambung.
“Untuk pencegahan kalau pertama, itu tentunya berkaitan dengan lambung ya. Tempat kita memproses makanan, jadi proses pertama itu ada di mulut kita dan kita harus mengunyah dengan baik,” kata Dr. dr. Agi Satria Putranto, Sp.B,Subsp.BD(K) dalam diskusi daring di Jakarta
Hal tersebut dapat mempermudah kerja lambung untuk membuat makanan bertekstur seperti bubur dengan bantuan enzim yang ada sebelum dikirim kepada usus. Tentunya, jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh harus memenuhi kriteria gizi seimbang seperti adanya karbohidrat, protein dan lemak.
“Kalau untuk karbohidratnya bisa dari nasi atau singkong, protein ada hewani dan nabati, lemak juga harus ada. Komposisinya tentu karbohidrat 60 persen, lemak 30 persen dan sisanya protein. Jangan lupa komponen vitamin dari buah dan sayur, serat 15 gram per hari itu akan lebih memudahkan (kerja lambung),” ujarnya.
Dia melanjutkan makanan yang dikirim ke usus akan dicampurkan dengan cairan empedu untuk mencerna lemak dan sari-sarinya diserap sampai hanya menyisakan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh.
Kemudian dikarenakan Indonesia merupakan negara tropis, masyarakat dianjurkan untuk meminum air putih setidaknya satu sampai 1,5 liter air per hari.