Gagal di Australia Open, Djokovic Incar Roland Garros, Qatar Open Pun Dilupakan, Fokus Penyembuhan Hamstring
Sururi al faruq
Senin, 27 Januari 2025 - 16:53 WIB
Gagal di Australia Open, Djokovic Incar Roland Garros, Qatar Open Pun Dilupakan, Fokus Penyembuhan Hamstring
LANGIT7.ID-Melbourne;Apa rencana petenis legend yang namanya terus menjadi buah bibir di dunia tenis, Novak Djokovic? Apakah ada planning baru yang dilakukan peraih 24 grand slam itu ke depan?
Sehari pasca selesainya penyelenggaraan Australia Open di Melbourne, Djokovic
dikabarkan akan absen dulu di Qatar Open mendatang karena masih punya hambatan serius, yakni cedera.
Nah yang mengejutkan, Djokovic punya rencana akan kembali bermain di Roland Garros, di Paris. Pilihan tetap bermain di Roland Garros memang masuk akal karena basis lapangannya tanah liat. Secara fisik masih memungkinkan karena punya pengalaman sukses saat meraih medali emas di olimpiade Paris.
Sementara kalau bermain di Australia Open dan US Open basis lapangannya hard court yang membuat speed and powernya harus sempurna. Meskipun Djokovic masih bisa memenangkan pertandingan perempat final Australia Open melawan petenis muda berbakat, Carlos Alcaraz, namun dampaknya membuat Djokovic cedera. Ini efek bermain di lapangan keras dengan tempo cepat dan melawan anak muda yang secara fisik lebih baik.
Karena itu, keputusan Djokovic masih bersemangat bermain di Roland Garros adalah keputusan yang tepat. Jika sukses, Djokovic akan bisa menggenapi koleksi grand slamnya menjadi 25 tropi.
Sebelum semifinal Australia Terbuka 2025, petenis Serbia itu ingin mengejar gelar Grand Slam ke-11 di Melbourne, dan tampak seperti sedang berusaha membuktikan sesuatu. Namun, langkahnya tiba-tiba terhenti di semifinal karena ia mengundurkan diri karena cedera setelah kalah di set pertama melawan Alexander Zverev yang akhirnya menjadi runner-up.
Sehari pasca selesainya penyelenggaraan Australia Open di Melbourne, Djokovic
dikabarkan akan absen dulu di Qatar Open mendatang karena masih punya hambatan serius, yakni cedera.
Nah yang mengejutkan, Djokovic punya rencana akan kembali bermain di Roland Garros, di Paris. Pilihan tetap bermain di Roland Garros memang masuk akal karena basis lapangannya tanah liat. Secara fisik masih memungkinkan karena punya pengalaman sukses saat meraih medali emas di olimpiade Paris.
Sementara kalau bermain di Australia Open dan US Open basis lapangannya hard court yang membuat speed and powernya harus sempurna. Meskipun Djokovic masih bisa memenangkan pertandingan perempat final Australia Open melawan petenis muda berbakat, Carlos Alcaraz, namun dampaknya membuat Djokovic cedera. Ini efek bermain di lapangan keras dengan tempo cepat dan melawan anak muda yang secara fisik lebih baik.
Karena itu, keputusan Djokovic masih bersemangat bermain di Roland Garros adalah keputusan yang tepat. Jika sukses, Djokovic akan bisa menggenapi koleksi grand slamnya menjadi 25 tropi.
Sebelum semifinal Australia Terbuka 2025, petenis Serbia itu ingin mengejar gelar Grand Slam ke-11 di Melbourne, dan tampak seperti sedang berusaha membuktikan sesuatu. Namun, langkahnya tiba-tiba terhenti di semifinal karena ia mengundurkan diri karena cedera setelah kalah di set pertama melawan Alexander Zverev yang akhirnya menjadi runner-up.