Rekor! Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia 2024 Naik 34,7 Persen, Industri Logam Jadi Pendorong Utama
Tim langit 7
Jum'at, 31 Januari 2025 - 16:47 WIB
Rekor! Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia 2024 Naik 34,7 Persen, Industri Logam Jadi Pendorong Utama
LANGIT7.ID-Jakarta; Gelombang investasi yang masuk ke Indonesia sepanjang 2024 berhasil menciptakan lapangan kerja Indonesia bagi lebih dari 2,4 juta pekerja baru. Angka pertumbuhan investasi Indonesia ini menunjukkan lonjakan penyerapan tenaga kerja hingga 34,7 persen dibandingkan tahun 2023, jauh melampaui pertumbuhan nilai investasinya sendiri yang sebesar 20,8 persen.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan, dari total investasi Rp1.714,2 triliun yang masuk ke Indonesia sepanjang 2024, tercipta 2.456.130 lapangan kerja baru. Pencapaian sektor industri Indonesia ini menunjukkan tren positif dimana setiap rupiah investasi yang masuk semakin efektif dalam menciptakan kesempatan kerja.
Sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya yang menyerap investasi sektor logam terbesar senilai Rp238,4 triliun berkontribusi signifikan dalam penciptaan lapangan kerja ini. Disusul investasi transportasi Indonesia di sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi dengan nilai investasi Rp189,9 triliun yang juga menjadi motor penggerak penyerapan tenaga kerja.
Sementara itu, komposisi penanaman modal asing Indonesia yang seimbang antara PMA (52,5%) dan PMDN (47,5%) turut mendukung terciptanya lapangan kerja yang berkelanjutan. PMA berkontribusi Rp900,2 triliun sementara PMDN menyumbang Rp814,0 triliun, keduanya tumbuh sekitar 20 persen year-on-year.
Sektor pertambangan yang menyerap investasi sebesar Rp184,7 triliun juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Begitu pula dengan sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran dengan investasi Rp122,9 triliun, serta sektor jasa lainnya yang mencapai Rp120,8 triliun.
Dari sisi hilirisasi, realisasi investasi 2024 mencapai Rp407,8 triliun atau 23,8 persen dari total investasi 2024. Angka ini meningkat 8,63 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan sektor mineral mendominasi sebesar Rp245,2 triliun.
"Target investasi Indonesia yang ditetapkan presiden sebesar Rp1.650 triliun, itu tercapai. Target dari renstra apalagi, sangat tercapai. Jadi total investasi 2024 itu adalah Rp1.714,2 triliun, atau meningkat 20,8 persen, ini peningkatan yang signifikan, karena biasanya 12-13 persen," kata Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (31/1/2025).
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan, dari total investasi Rp1.714,2 triliun yang masuk ke Indonesia sepanjang 2024, tercipta 2.456.130 lapangan kerja baru. Pencapaian sektor industri Indonesia ini menunjukkan tren positif dimana setiap rupiah investasi yang masuk semakin efektif dalam menciptakan kesempatan kerja.
Sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya yang menyerap investasi sektor logam terbesar senilai Rp238,4 triliun berkontribusi signifikan dalam penciptaan lapangan kerja ini. Disusul investasi transportasi Indonesia di sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi dengan nilai investasi Rp189,9 triliun yang juga menjadi motor penggerak penyerapan tenaga kerja.
Sementara itu, komposisi penanaman modal asing Indonesia yang seimbang antara PMA (52,5%) dan PMDN (47,5%) turut mendukung terciptanya lapangan kerja yang berkelanjutan. PMA berkontribusi Rp900,2 triliun sementara PMDN menyumbang Rp814,0 triliun, keduanya tumbuh sekitar 20 persen year-on-year.
Sektor pertambangan yang menyerap investasi sebesar Rp184,7 triliun juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Begitu pula dengan sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran dengan investasi Rp122,9 triliun, serta sektor jasa lainnya yang mencapai Rp120,8 triliun.
Dari sisi hilirisasi, realisasi investasi 2024 mencapai Rp407,8 triliun atau 23,8 persen dari total investasi 2024. Angka ini meningkat 8,63 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan sektor mineral mendominasi sebesar Rp245,2 triliun.
"Target investasi Indonesia yang ditetapkan presiden sebesar Rp1.650 triliun, itu tercapai. Target dari renstra apalagi, sangat tercapai. Jadi total investasi 2024 itu adalah Rp1.714,2 triliun, atau meningkat 20,8 persen, ini peningkatan yang signifikan, karena biasanya 12-13 persen," kata Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (31/1/2025).