Populasi Muslim di Jepang Meningkat, Permintaan Lahan Kuburan Makin Tinggi
Esti setiyowati
Jum'at, 31 Januari 2025 - 18:30 WIB
Jamaah shalat Jumat di Tokyo Camii, masjid terbesar di Tokyo, Jepang. Foto: nippon.com
Jumlah umat Islam yang tinggal di Jepang terus mengalami peningkatan. Kondisi ini berpengaruh pada tingginya permintaan lahan pemakaman umum.
Sejumlah pemerintah daerah tengah mempertimbangkan untuk membangun area kuburan baru untuk menampung pekerja asing.
Tetapi gagasan tersebut tidak diterima dengan baik oleh beberapa tokoh masyarakat Jepang. Mereka merasa keberatan karena terkait masalah sanitasi.
Baca juga: Dinamika Populasi Muslim di India: Tren dan Proyeksi Menuju 2050
Umat Muslim yang mempertimbangkan untuk tinggal secara permanen di Jepang mengalami kekhawatiran karena terbatasnya jumlah lahan pemakaman.
Pada Desember lalu, Gubernur Miyagi Yoshihiro Murai tengah mempertimbangkan untuk membangun pemakaman baru di prefektur tersebut setelah adanya keluhan dari seorang penduduk Muslim.
Sebagai informasi, prefektur yang terletak di wilayah Tohoku di timur laut Jepang ini memiliki perjanjian dengan pemerintah Indonesia pada 2023 mengenai pengamanan sumber daya manusia dalam upaya mendukung industri lokal.
Sejumlah pemerintah daerah tengah mempertimbangkan untuk membangun area kuburan baru untuk menampung pekerja asing.
Tetapi gagasan tersebut tidak diterima dengan baik oleh beberapa tokoh masyarakat Jepang. Mereka merasa keberatan karena terkait masalah sanitasi.
Baca juga: Dinamika Populasi Muslim di India: Tren dan Proyeksi Menuju 2050
Umat Muslim yang mempertimbangkan untuk tinggal secara permanen di Jepang mengalami kekhawatiran karena terbatasnya jumlah lahan pemakaman.
Pada Desember lalu, Gubernur Miyagi Yoshihiro Murai tengah mempertimbangkan untuk membangun pemakaman baru di prefektur tersebut setelah adanya keluhan dari seorang penduduk Muslim.
Sebagai informasi, prefektur yang terletak di wilayah Tohoku di timur laut Jepang ini memiliki perjanjian dengan pemerintah Indonesia pada 2023 mengenai pengamanan sumber daya manusia dalam upaya mendukung industri lokal.