Dilarang Berkantor Lagi, Para Wanita Bekerja di Afghanistan Geram
Ahmad zuhdi
Rabu, 22 September 2021 - 11:20 WIB
Ilustrasi potret wanita Afghanistan Foto: Langit7.id/Istock
Pemerintahan Taliban menjanjikan versi Afghanistan yang lebih ramah dibandingkan era 1990-an.
Namun baru satu bulan menguasai pemerintahan, Taliban dinilai telah mengekang kebebasan perempuan Afghanistan.
Pemerintahan sementara Taliban pada Senin lalu memangkas akses perempuan untuk bekerja dan membatasi hak anak perempuan mendapatkan pendidikan sekolah menengah.
Sejumlah wanita yang tersingkir dari posisi pemerintahan pun geram.
"Saya mungkin juga mati," kata seorang wanita, yang dipecat dari kedudukan seniornya di kementerian luar negeri.
"Saya bertanggung jawab atas seluruh departemen dan ada banyak wanita yang bekerja dengan saya. Sekarang kami semua kehilangan pekerjaan kami," lanjutnya dilansir dari Ahram Online, Selasa (21/9).
Penjabat wali kota ibu kota Kabul mengatakan, setiap pekerjaan kota yang saat ini dipegang oleh perempuan akan diisi oleh laki-laki.
Namun baru satu bulan menguasai pemerintahan, Taliban dinilai telah mengekang kebebasan perempuan Afghanistan.
Pemerintahan sementara Taliban pada Senin lalu memangkas akses perempuan untuk bekerja dan membatasi hak anak perempuan mendapatkan pendidikan sekolah menengah.
Sejumlah wanita yang tersingkir dari posisi pemerintahan pun geram.
"Saya mungkin juga mati," kata seorang wanita, yang dipecat dari kedudukan seniornya di kementerian luar negeri.
"Saya bertanggung jawab atas seluruh departemen dan ada banyak wanita yang bekerja dengan saya. Sekarang kami semua kehilangan pekerjaan kami," lanjutnya dilansir dari Ahram Online, Selasa (21/9).
Penjabat wali kota ibu kota Kabul mengatakan, setiap pekerjaan kota yang saat ini dipegang oleh perempuan akan diisi oleh laki-laki.