Pasar Muslim Berkembang Pesat di Indonesia, Ini Pemicunya Menurut Yuswohady
Muhajirin
Rabu, 22 September 2021 - 11:35 WIB
Pakar Marketing Yuswohady dalam webinar Langit7.id yang dipandu oleh Pemred Djaka Susila (foto: langit7.id)
Pakar Marketing dari Inventure, Yuswohady, mengatakan, pasar muslim mulai berkembang di Indonesia sejak keran demokrasi dibuka pada tahun 80-an. Kebebasan berekspresi di tengah masyarakat memunculkan kreativitas, gerakan, dan tren yang memicu revolusi pasar muslim.
Yuswohady mengidentifikasi, pasar muslim booming di tengah masyarakat pada 2009-2010 yang ditandai dengan gerakan revolusi hijab. Pada 2000-an, hijab di Indonesia masih langka. Sangat susah mendapat wanita berhijab di tempat umum.
“Tetapi, pada 2000-an, pertengahan mulai dari 2005 hingga puncak pada 2010, tiba-tiba kaum muslim berhijab,” kata Yuswohady dalam webinar LANGIT7.ID, Rabu (22/9/2021).
Gerakan hijab ini berimplikasi pada kosmetik halal. Kosmetik harus disesuaikan dengan hijab, sehingga muncul kategori baru yakni kosmetik halal. Ada banyak perusahaan kosmetik yang menikmati gelombang gerakan tersebut.
Pemicu Pasar Muslim Kian Diminati
Yuswohady menjabarkan pasar muslim kian diminati masyarakat sejak 2010. Dalam ilmu marketing, kebutuhan awalnya cuma ada dua aspek yakni kebutuhan fungsional (functional benefit) dan kebutuhan emosional (emotional benefit).
Yuswohady mengidentifikasi, pasar muslim booming di tengah masyarakat pada 2009-2010 yang ditandai dengan gerakan revolusi hijab. Pada 2000-an, hijab di Indonesia masih langka. Sangat susah mendapat wanita berhijab di tempat umum.
“Tetapi, pada 2000-an, pertengahan mulai dari 2005 hingga puncak pada 2010, tiba-tiba kaum muslim berhijab,” kata Yuswohady dalam webinar LANGIT7.ID, Rabu (22/9/2021).
Gerakan hijab ini berimplikasi pada kosmetik halal. Kosmetik harus disesuaikan dengan hijab, sehingga muncul kategori baru yakni kosmetik halal. Ada banyak perusahaan kosmetik yang menikmati gelombang gerakan tersebut.
Pemicu Pasar Muslim Kian Diminati
Yuswohady menjabarkan pasar muslim kian diminati masyarakat sejak 2010. Dalam ilmu marketing, kebutuhan awalnya cuma ada dua aspek yakni kebutuhan fungsional (functional benefit) dan kebutuhan emosional (emotional benefit).