Pneunomia Bisa Menyerang Orang Kelelahan atau Tidak Fit
Fajar adhitya
Kamis, 06 Februari 2025 - 04:30 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Pneumonia bisa menyerang pada orang-orang yang sedang tidak fit karena kurang istirahat atau kelelahan.
"Orang misalnya kecapean, kurang tidur, kurang istirahat nah, itu juga bisa banyak orang jadi dapat pneumonia,"ujar Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (DPKR) Prof. Dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P(K).
Pneumonia juga dapat menjadi berat pada orang-orang yang juga memiliki penyakit penyerta atau komorbid yang tidak dikontrol, sehingga infeksi menjadi ganas.
Selain itu, infeksi pada saluran pernapasan ini juga bisa memberat jika seseorang memiliki daya tahan tubuh yang lemah seperti pengidap HIV, diabetes, dan penyakit kronik lainnya.
Dokter di Rumah Sakit Persahabatan ini mengatakan penyebaran virus penyebab pneumonia dalam masyarakat atau community-acquired pneumonia (CAP) sebenarnya relatif lebih ringan dan bisa dilakukan berobat jalan.
Jika ada gejala batuk dan sesak napas hingga penurunan kesadaran maka perlu penanganan dokter untuk dilakukan anamnesis lebih lanjut.
"Yang penting kita anamnesis, kita nanya batuk-batuk, ada berdahak ga? Apalagi kalau dahaknya warna kuning-hijau gitu, biasanya infeksinya bakteri. Kalau infeksi virus sih dahaknya ga berwarna," ujarnya.
"Orang misalnya kecapean, kurang tidur, kurang istirahat nah, itu juga bisa banyak orang jadi dapat pneumonia,"ujar Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (DPKR) Prof. Dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P(K).
Pneumonia juga dapat menjadi berat pada orang-orang yang juga memiliki penyakit penyerta atau komorbid yang tidak dikontrol, sehingga infeksi menjadi ganas.
Selain itu, infeksi pada saluran pernapasan ini juga bisa memberat jika seseorang memiliki daya tahan tubuh yang lemah seperti pengidap HIV, diabetes, dan penyakit kronik lainnya.
Dokter di Rumah Sakit Persahabatan ini mengatakan penyebaran virus penyebab pneumonia dalam masyarakat atau community-acquired pneumonia (CAP) sebenarnya relatif lebih ringan dan bisa dilakukan berobat jalan.
Jika ada gejala batuk dan sesak napas hingga penurunan kesadaran maka perlu penanganan dokter untuk dilakukan anamnesis lebih lanjut.
"Yang penting kita anamnesis, kita nanya batuk-batuk, ada berdahak ga? Apalagi kalau dahaknya warna kuning-hijau gitu, biasanya infeksinya bakteri. Kalau infeksi virus sih dahaknya ga berwarna," ujarnya.