LANGIT7.ID-, Surabaya- - Tingginya harga kebutuhan pokok hingga sewa tempat tinggal mendorong
generasi muda masa kini untuk memiliki lebih dari satu
sumber penghasilan atau
multiple income. Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena side hustle pun semakin populer di kalangan
Gen Z.
Dokter sekaligus
influencer Tirta Mandira Hudi atau
dr Tirta mengamini tren tersebut. Menurut dr Tirta, generasi muda kini tidak bisa hanya mengandalkan satu pekerjaan untuk mencapai kondisi finansial yang stabil. Memiliki lebih dari satu pekerjaan atau sumber penghasilan bisa menjadi pilihan untuk menambah pendapatan.
Baca juga: Mengapa dr Tirta Bisa Starstruck saat Bertemu Nikita Willy? Ini Penjelasan Ilmiahnya“Jangan pernah malu punya
multiple income. Semakin banyak kamu punya sumber penghasilan, semakin kamu cepat mencapai financial freedom yang kamu mau.” kata
dr Tirta di seminar interaktif
Smart Financial Day bertajuk
PREPARING LONG-TERM ASSETS NOW! di Surabaya, Rabu (12/8/2026) kemarin.
Dr Tirta juga menyoroti
privilege yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan seseorang. Menurutnya, setiap orang mempunyai kondisi awal dan tantangan yang berbeda, sehingga cara mengatur dan membangun keuangan juga tidak bisa disamakan.
Di samping memperluas sumber penghasilan, dr Tirta menyebut peningkatan pendapatan perlu diimbangi dengan kemampuan memilah gaya hidup agar penghasilan tidak sepenuhnya dihabiskan untuk biaya konsumtif.
“
Lifestyle income itu copy mechanism. Selagi itu membuat kamu
happy, jalani saja,” tuturnya seperti dikutip dari laman Unair.
Menurutnya, menjalani gaya hidup yang diinginkan harus tetap diiringi dengan menjaga kesehatan. Hal ini penting karena kesehatan merupakan bagian dari investasi jangka panjang yang tidak kalah berharga dibandingkan kondisi finansial.
Baca juga: dr Tirta Salting saat Bertemu Nikita Willy, Raditya Dika: Dia Kena StarstruckDr. Tirta juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam menentukan pilihan. Generasi muda perlu memahami kebutuhan dan mempertimbangkan dampak dari setiap keputusan, bukan hanya mengikuti tren yang sedang populer.
“Cita-cita akan jadi cita-cita kalau cuma angan-angan.
Critical thinking is the key,” pungkasnya.
(est)