Kasus Covid-19 Turun Signifikan, dr Reisa: Hati Gembira Obatnya
Ahmad zuhdi
Rabu, 22 September 2021 - 18:20 WIB
Ilustrasi kebahagian menjadi kunci utama dalam menjalani karantina akibat terpapar wabah virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan China pada 2019 lalu. Foto: Langit7.id/iStock
Turunnya kasus Covid-19, capaian vaksinasi yang sudah menembus 80 juta, dan 45 juta vaksinasi untuk dosis kedua mendapat apresiasi dari masyarakat dunia. Hal ini disampaikan Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr Reisa Broto Asmoro dalam jumpa pers secara virtual, Rabu (22/9/2021).
"Agama dan orang tua sering memberikan pesan bahwa hati yang gembira adalah obat. Obat untuk menyembuhkan luka perasaan kita saat ribuan orang di bulan Juli-Agustus melayang akibat ganasnya virus SarsCov-2 varian delta yang mengganggu aktivitas sosial dan kehidupan kita," kata dr Reisa.
Baca Juga:Reisa Ingatkan Masyarakat Jangan Sampai Lengkah Prokes
Menurut dr Reisa, hati gembira adalah obat dan pengalaman setiap orang untuk belajar dari kesalahan, sehingga dapat lebih tanggap dan tetap mematuhi protokol kesehatan serta menggencarkan vaksinasi. Vaksinasi Covid-19 menjadi syarat penting untuk menjalani masa transisi dari pandemi menjadi endemi.
"Pencapaian target vaksinasi harus tercapai, karena vaksinasi dapat melindungi kita dari penyakit parah di rumah sakit dan menekan angka kematian. Maka, selain mencapai sasaran cakupan, pemerataan vaksinasi Covid-19 pun harus diperhatikan, terutama pada kelompok lansia," ujarnya.
Meski pencapaian vaksinasi terus digencarkan, namun angka untuk kelompok lansia, menurut dr Reisa masih jauh dari target. Baru ada sekitar empat juta lebih lansia yang sudah lengkap divaksinasi atau kurang dari 20 persen sasaran yang ditetapkan, yaitu 21,5 juta jiwa.
Baca Juga:dr Reisa Paparkan Kriteria Ibu Hamil Bisa Ikuti Vaksinasi Covid-19
"Agama dan orang tua sering memberikan pesan bahwa hati yang gembira adalah obat. Obat untuk menyembuhkan luka perasaan kita saat ribuan orang di bulan Juli-Agustus melayang akibat ganasnya virus SarsCov-2 varian delta yang mengganggu aktivitas sosial dan kehidupan kita," kata dr Reisa.
Baca Juga:Reisa Ingatkan Masyarakat Jangan Sampai Lengkah Prokes
Menurut dr Reisa, hati gembira adalah obat dan pengalaman setiap orang untuk belajar dari kesalahan, sehingga dapat lebih tanggap dan tetap mematuhi protokol kesehatan serta menggencarkan vaksinasi. Vaksinasi Covid-19 menjadi syarat penting untuk menjalani masa transisi dari pandemi menjadi endemi.
"Pencapaian target vaksinasi harus tercapai, karena vaksinasi dapat melindungi kita dari penyakit parah di rumah sakit dan menekan angka kematian. Maka, selain mencapai sasaran cakupan, pemerataan vaksinasi Covid-19 pun harus diperhatikan, terutama pada kelompok lansia," ujarnya.
Meski pencapaian vaksinasi terus digencarkan, namun angka untuk kelompok lansia, menurut dr Reisa masih jauh dari target. Baru ada sekitar empat juta lebih lansia yang sudah lengkap divaksinasi atau kurang dari 20 persen sasaran yang ditetapkan, yaitu 21,5 juta jiwa.
Baca Juga:dr Reisa Paparkan Kriteria Ibu Hamil Bisa Ikuti Vaksinasi Covid-19