Israel Tarik Mundur Pasukan dari Perbatasan Gaza Utara-Selatan
Lusi mahgriefie
Senin, 10 Februari 2025 - 08:18 WIB
kerumunan warga Palestina melintasi Koridor Netzarim, sebagian besar bergerak ke utara untuk melihat apa yang terjadi pada rumah mereka yang ditinggalkan. Foto: bbc.com
Pasukan Israel telah mundur dari Koridor Netzarimzon, yakni zona militer yang memotong bagian utara dan selatan Jalur Gaza.
Ratusan warga Palestina yang berada di dalam mobil dan gerobak yang membawa kasur dan barang-barang lainnya mulai kembali ke Gaza utara, setelah penarikan pasukan Israel dari Koridor Netzarimzon.
Penarikan tersebut sejalan dengan perjanjian gencatan senjata Israel-Hamas pada 19 Januari lalu, yang mana sejauh ini 16 sandera Israel dan 566 tahanan Palestina telah dibebaskan.
Pada akhir tahap pertama gencatan senjata dalam waktu tiga minggu, sebanyak 33 sandera dan 1.900 tahanan diperkirakan telah dibebaskan. Israel mengatakan, delapan dari 33 orang tewas.
Setidaknya ada 48.189 warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza. Sekira dua pertiga bangunan di Gaza telah rusak atau hancur akibat serangan Israel, kata PBB. Sebagaimana melansir BBC, Senin (10/2/2025).
Pada hari Minggu (9/2/2025), kerumunan warga Palestina terlihat melintasi Koridor Netzarim, sebagian besar bergerak ke utara untuk melihat apa yang terjadi pada rumah mereka yang ditinggalkan.
"Apa yang kami lihat adalah sebuah bencana, kehancuran yang mengerikan. Pendudukan [Israel] menghancurkan semua rumah, toko, lahan pertanian, masjid, universitas dan gedung pengadilan," kata Osama Abu Kamil, seorang warga al-Maghraqa di utara Netzarim, kepada kantor berita AFP.
Ratusan warga Palestina yang berada di dalam mobil dan gerobak yang membawa kasur dan barang-barang lainnya mulai kembali ke Gaza utara, setelah penarikan pasukan Israel dari Koridor Netzarimzon.
Penarikan tersebut sejalan dengan perjanjian gencatan senjata Israel-Hamas pada 19 Januari lalu, yang mana sejauh ini 16 sandera Israel dan 566 tahanan Palestina telah dibebaskan.
Pada akhir tahap pertama gencatan senjata dalam waktu tiga minggu, sebanyak 33 sandera dan 1.900 tahanan diperkirakan telah dibebaskan. Israel mengatakan, delapan dari 33 orang tewas.
Setidaknya ada 48.189 warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza. Sekira dua pertiga bangunan di Gaza telah rusak atau hancur akibat serangan Israel, kata PBB. Sebagaimana melansir BBC, Senin (10/2/2025).
Pada hari Minggu (9/2/2025), kerumunan warga Palestina terlihat melintasi Koridor Netzarim, sebagian besar bergerak ke utara untuk melihat apa yang terjadi pada rumah mereka yang ditinggalkan.
"Apa yang kami lihat adalah sebuah bencana, kehancuran yang mengerikan. Pendudukan [Israel] menghancurkan semua rumah, toko, lahan pertanian, masjid, universitas dan gedung pengadilan," kata Osama Abu Kamil, seorang warga al-Maghraqa di utara Netzarim, kepada kantor berita AFP.