Menikmati Warna Warni Lahan Bawang di Enrekang
Garry Talentedo Kesawa
Rabu, 22 September 2021 - 19:50 WIB
pesona lampu light trap dilihat dari atas perbukitan. (foto: instagram/ @anggakobass)
Las Vegas boleh bangga dengan gemerlap lampu warna warni yang menghiasi dunia malam perkotaan. Jangan salah, keindahan lampu warna-warni itu juga tersedia di Kabupaten Enrekang. Bukan di perkotaan, justru di lahan bawang.
Jika dilihat dari atas perbukitan, indahnya tak kalah dengan Las Vegas bahkan Cape Town yang disebut sebagai salah satu kota terindah di Benua Afrika. Bedanya, lampu warna-warni itu menyatu dengan alam yang justru nampak lebih eksotis.
Sebenarnya, lampu-lampu itu adalah cara dari petani bawang untuk menerangi lahan bawang mereka, sekaligus berfungsi sebagai pengusir hama (light trap).
Para petani bawang di Enrekang memakai lampu sebagai cara untuk menghindari memakai desinfectan. Hama yang umumnya tertarik pada cahaya, akan mendekat ke lampu-lampu warna ini. Hama mati, lahan bawang bebas desinfectan, masyarakat bisa menikmati kerlip lampu warna-warni.
Baca juga:Desa Wisata Sanankerto, Tawarkan Ekowisata Hutan Bambu
Menurut Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, pasokan energi listrik yang menerangi lahan bawang di Enrekang merupakan bentuk pelayanan dari PLN untuk mendukung konsep electrifying agriculture dimana untuk meningkatkan hasil pertanian sekaligus bisa berfungsi sebagai destinasi wisata.
"Light trap itu menjadi destinasi wisata di Enrekang, sekaligus pengusir hama. Hama mati, produktifitas pertanian semakin meningkat," kata Bob Saril dalam webinar Langit7.id: Potensi Besar Konsumen Muslim yang Belum Digarap Maksimal, Rabu (22/9).
Jika dilihat dari atas perbukitan, indahnya tak kalah dengan Las Vegas bahkan Cape Town yang disebut sebagai salah satu kota terindah di Benua Afrika. Bedanya, lampu warna-warni itu menyatu dengan alam yang justru nampak lebih eksotis.
Sebenarnya, lampu-lampu itu adalah cara dari petani bawang untuk menerangi lahan bawang mereka, sekaligus berfungsi sebagai pengusir hama (light trap).
Para petani bawang di Enrekang memakai lampu sebagai cara untuk menghindari memakai desinfectan. Hama yang umumnya tertarik pada cahaya, akan mendekat ke lampu-lampu warna ini. Hama mati, lahan bawang bebas desinfectan, masyarakat bisa menikmati kerlip lampu warna-warni.
Baca juga:Desa Wisata Sanankerto, Tawarkan Ekowisata Hutan Bambu
Menurut Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, pasokan energi listrik yang menerangi lahan bawang di Enrekang merupakan bentuk pelayanan dari PLN untuk mendukung konsep electrifying agriculture dimana untuk meningkatkan hasil pertanian sekaligus bisa berfungsi sebagai destinasi wisata.
"Light trap itu menjadi destinasi wisata di Enrekang, sekaligus pengusir hama. Hama mati, produktifitas pertanian semakin meningkat," kata Bob Saril dalam webinar Langit7.id: Potensi Besar Konsumen Muslim yang Belum Digarap Maksimal, Rabu (22/9).