home global news

Limbah Cair Pabrik Sawit Bernilai Ekonomi Tinggi

Senin, 10 Februari 2025 - 19:18 WIB
Limbah Cair Pabrik Sawit Bernilai Ekonomi Tinggi
LANGIT7.ID-Jakarta; Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB University, Prof. Yanto Santosa mengungkapkan perlu adanya perubahan paradigma (mindset) darimenganggap bahwa Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) bukan limbahberbahaya tetapi air limbah yang berpotensi memberikan multi manfaat. Berbagai kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah cair sawit tersebut berpeluang memberikan manfaat untuk lingkungan, agronomi, maupun ekonomi.

Menurut Yanto, jika LCPKS dikelola dengan professional akan dapat diandalkan untuk mendukung laju pertumbuhan 8% sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. ‘’Untuk menghindari persepsi bahwa LCPKS bersifat berbahaya, meskipun tidak

mengandung unsur B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), perlu dilakukan perubahanistilah LCPKS dari limbah cair menjadi air limbah,’’ ungkap Prof Yanto dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/2/2025).

Dia mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan sejumlah kesepakatan dari Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Penyempurnaan Kebijakan Peraturan Pengolahan/Pemanfaatan LCPKS secara Optimal dan Berkelanjutan’ yang diadakan PUSAKA KALAM, pada pekan lalu di Bogor, Jawa Barat.

Lebih jauh, dia menjelaskan manfaat LCPKS yang begitu besar bagi perekonomian. Menurutnya, LCPKS terproses memiliki berbagai kandungan hara yang dapat dijadikan sebagai nutrisi organik bagi tanaman kelapa sawit melalui land application(LA). Dimana, land application merupakan salah satu teknik pengelolaan limbah cair pabrik kelapa sawit dengan cara mengalirkan limbah cair melalui sistem parit ke kebun.

‘’Keuntungan agronomis, berdasarkan kajian data dari 15 pabrik kelapa sawit (PKS), sebanyak 80% mengalami peningkatan produksi tandan buah segar (TBS) pada lahan yang diaplikasikan LCPKS dibandingkan dengan lahan yang tidak diaplikasikan, sedangkan 20% tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan,’’ jelas Ketua Dewan Pakar Pusaka Kalam ini.

Yanto juga mengungkapkan bahwa LCPKS terbentuk dari senyawa-senyawa karbon yang dapat berpotensi dijadikan sebagai sumber bahan bakar terbaharukan bagi kendaraan maupun pembangkit tenaga listrik. Selain itu, pemanfaatan LCPKS melalui sistem methane capture atau biodigester dapat mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK). ‘’Meskipun investasi awal tinggi pada teknologi methane capture dan biodigester, keuntungan yang diperoleh dari penggantian BBM untuk boiler dan penjualan cangkang kelapa sawit memberikan nilai ekonomi yang signifikan,’’ jelasnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya