Trump Ungkap Rencana Kontroversial: Palestina Dilarang Kembali ke Gaza
Nabil
Selasa, 11 Februari 2025 - 07:07 WIB
Trump Ungkap Rencana Kontroversial: Palestina Dilarang Kembali ke Gaza
LANGIT7.ID-Jakarta; Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa warga Palestina tidak akan memiliki hak untuk kembali ke Gaza dalam rencana pengambilalihan AS. Dalam wawancara yang dirilis Senin, Trump menggambarkan proposalnya sebagai "pengembangan real estate untuk masa depan."
Dalam wawancara dengan Bret Baier dari Fox News Channel, Trump menyatakan "Saya akan memilikinya" dan menjelaskan bahwa akan ada enam lokasi berbeda untuk warga Palestina tinggal di luar Gaza -- sebuah rencana yang telah ditolak oleh dunia Arab.
"Tidak, mereka tidak akan kembali, karena mereka akan mendapatkan perumahan yang jauh lebih baik," kata Trump ketika Baier menanyakan apakah warga Palestina akan memiliki hak untuk kembali ke wilayah yang hancur akibat perang.
Baca juga:Trump Kejutkan Dunia dengan Rencana Membeli Wilayah Gaza, Rusia Tunggu Detail Lebih Lanjut
"Maksud saya, saya berbicara tentang membangun tempat permanen untuk mereka karena jika mereka harus kembali sekarang, akan butuh bertahun-tahun sebelum bisa -- wilayah itu tidak layak huni," tambahnya.
Trump pertama kali mengungkapkan rencana mengejutkan tentang Gaza selama konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa, yang memicu kemarahan warga Palestina.
Presiden AS tersebut menekankan rencananya untuk memindahkan warga Palestina keluar dari Gaza, yang hancur akibat perang Israel-Hamas, dan meminta Mesir serta Yordania untuk menerima mereka.
Dalam wawancara dengan Bret Baier dari Fox News Channel, Trump menyatakan "Saya akan memilikinya" dan menjelaskan bahwa akan ada enam lokasi berbeda untuk warga Palestina tinggal di luar Gaza -- sebuah rencana yang telah ditolak oleh dunia Arab.
"Tidak, mereka tidak akan kembali, karena mereka akan mendapatkan perumahan yang jauh lebih baik," kata Trump ketika Baier menanyakan apakah warga Palestina akan memiliki hak untuk kembali ke wilayah yang hancur akibat perang.
Baca juga:Trump Kejutkan Dunia dengan Rencana Membeli Wilayah Gaza, Rusia Tunggu Detail Lebih Lanjut
"Maksud saya, saya berbicara tentang membangun tempat permanen untuk mereka karena jika mereka harus kembali sekarang, akan butuh bertahun-tahun sebelum bisa -- wilayah itu tidak layak huni," tambahnya.
Trump pertama kali mengungkapkan rencana mengejutkan tentang Gaza selama konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa, yang memicu kemarahan warga Palestina.
Presiden AS tersebut menekankan rencananya untuk memindahkan warga Palestina keluar dari Gaza, yang hancur akibat perang Israel-Hamas, dan meminta Mesir serta Yordania untuk menerima mereka.