Bikin Malu, Ini Penyebab Munculnya Infeksi Jamur di Kulit
Fajar adhitya
Rabu, 12 Februari 2025 - 19:40 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Infeksi jamur merupakan penyakit yang menyerang kulit dengan menimbulkan gatal yang kerap mengganggu aktivitas sehari-hari serta dapat berefek sosial.
Beberapa penyebab munculnya infeksi jamur di kulit, salah satunya aktivitas yang dilakukan masyarakat di luar ruangan.
"Keringat berlebihan akibat olahraga atau pekerjaan di luar ruangan dan kurang menjaga kebersihan kulit menciptakan lingkungan yang ideal bagi jamur untuk berkembang," ujar dr. Ulul Albab Sp.OG.
Menurut Dokter Ulul, kontak langsung dengan permukaan yang terkontaminasi, seperti berbagi handuk, sepatu, atau pakaian, juga meningkatkan risiko infeksi jamur pada kulit.
"Kita sehari-hari gitu mungkin pakai sepatu, kalau kita kerja lebih dari 5-6 jam, apakah yakin kalau sepatu kita bersih. Dan itu juga kadang-kadang kita engga tau, awalnya nongol kecil kemudian kita engga anggap itu bahaya, cuma cuci. Apalagi jamur suka nyempil di tempat-tempat yang sempit, seperti di sela-sela jari dan itu sering terjadi di sana, karena di situ tempatnya yang lembap sehingga memudahkan dia muncul," ujarnya.
Penyebab lain di antaranya kelembapan dan panas yang tinggi di negara tropis seperti Indonesia dan daerah yang mengalami banjir di musim penghujan juga dapat meningkatkan risiko seseorang terserang infeksi jamur kulit.
"Sakit jamur itu biasanya lama kalau tidak disembuhkan dan mohon maaf dia bisa menyebar dan bisa menambah ke tempat yang lainnya, dari kulit satu ke kulit yang lainnya, dan dia bisa loncat ke orang lain karena kontak langsung," ujarnya.(*)
Beberapa penyebab munculnya infeksi jamur di kulit, salah satunya aktivitas yang dilakukan masyarakat di luar ruangan.
"Keringat berlebihan akibat olahraga atau pekerjaan di luar ruangan dan kurang menjaga kebersihan kulit menciptakan lingkungan yang ideal bagi jamur untuk berkembang," ujar dr. Ulul Albab Sp.OG.
Menurut Dokter Ulul, kontak langsung dengan permukaan yang terkontaminasi, seperti berbagi handuk, sepatu, atau pakaian, juga meningkatkan risiko infeksi jamur pada kulit.
"Kita sehari-hari gitu mungkin pakai sepatu, kalau kita kerja lebih dari 5-6 jam, apakah yakin kalau sepatu kita bersih. Dan itu juga kadang-kadang kita engga tau, awalnya nongol kecil kemudian kita engga anggap itu bahaya, cuma cuci. Apalagi jamur suka nyempil di tempat-tempat yang sempit, seperti di sela-sela jari dan itu sering terjadi di sana, karena di situ tempatnya yang lembap sehingga memudahkan dia muncul," ujarnya.
Penyebab lain di antaranya kelembapan dan panas yang tinggi di negara tropis seperti Indonesia dan daerah yang mengalami banjir di musim penghujan juga dapat meningkatkan risiko seseorang terserang infeksi jamur kulit.
"Sakit jamur itu biasanya lama kalau tidak disembuhkan dan mohon maaf dia bisa menyebar dan bisa menambah ke tempat yang lainnya, dari kulit satu ke kulit yang lainnya, dan dia bisa loncat ke orang lain karena kontak langsung," ujarnya.(*)
(lam)