Strategi Menko Pemberdayaan Wujudkan Masyarakat Indonesia Bebas Kemiskinan Ekstrem pada 2026
Tim langit 7
Kamis, 13 Februari 2025 - 23:00 WIB
Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar menargetkan akhir 2026 sudah tidak ada lagi kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Berbagai strategi telah disiapkan oleh pemerintah, mulai dari integrasi data hingga program-program pemberdayaan.
“Tren kemiskinan ekstrem selama lima tahun terakhir terus mengalami penurunan. Pemerintah menargetkan akhir Desember 2026 sudah tidak ada lagi kemiskinan ekstrem di negeri ini,” kata Cak Imin, sapaan Abdul Muhaimin Iskandar, Kamis (13/2/2025).
Langkah pertama yang dilakukan yakni membenahi data kemiskinan. Kemenko PM menjadi pelopor percepatan integrasi data kemiskinan ke dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Seluruh program pemerintah nantinya akan mengacu pada data tersebut.
“Melalui DTSEN, program pemerintah akan tepat sasaran dan pengentasan kemiskinan bisa berjalan lebih cepat,” tegasnya.
Baca juga:Menko Pemberdayaan Masyarakat Pastikan Tak Ada Pemotongan Anggaran untuk Bansos
Ketua Umum DPP PKB itu menambahkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara serius. Saat ini angka kemiskinan sebanyak 8,57 persen. Di akhir periode 2029 nanti bisa ditekan menjadi 4,5-5 persen.
Berbagai strategi telah disiapkan oleh pemerintah, mulai dari integrasi data hingga program-program pemberdayaan.
“Tren kemiskinan ekstrem selama lima tahun terakhir terus mengalami penurunan. Pemerintah menargetkan akhir Desember 2026 sudah tidak ada lagi kemiskinan ekstrem di negeri ini,” kata Cak Imin, sapaan Abdul Muhaimin Iskandar, Kamis (13/2/2025).
Langkah pertama yang dilakukan yakni membenahi data kemiskinan. Kemenko PM menjadi pelopor percepatan integrasi data kemiskinan ke dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Seluruh program pemerintah nantinya akan mengacu pada data tersebut.
“Melalui DTSEN, program pemerintah akan tepat sasaran dan pengentasan kemiskinan bisa berjalan lebih cepat,” tegasnya.
Baca juga:Menko Pemberdayaan Masyarakat Pastikan Tak Ada Pemotongan Anggaran untuk Bansos
Ketua Umum DPP PKB itu menambahkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara serius. Saat ini angka kemiskinan sebanyak 8,57 persen. Di akhir periode 2029 nanti bisa ditekan menjadi 4,5-5 persen.