Chairul Tanjung: NU-Muhammadiyah Bersatu, Presidennya yang Milih Kalian: Cholil Nafis Tiru MUI Saja
Tim langit 7
Sabtu, 15 Februari 2025 - 14:40 WIB
Chairul Tanjung: NU-Muhammadiyah Bersatu, Presidennya yang Milih Kalian: Cholil Nafis Tiru MUI Saja
LANGIT7.ID-Jakarta; Wakil Ketua MUI Dr.KH.Anwar Abbas diam diam memendam kerinduan terjadinya persatuan antara dua ormas Islam terbesar di Indonesia: NU dan Muhammadiyah.
Pernyataan Buya Anwar--panggilan Kiai Anwar Abbas--disampaikan saat peluncuran buku dirinya: Biografi Buya Anwar Abbas, Tuhan Tidak Pernah Tidur dan Respon Buya Anwar Atas berbagai persoalan serta memperingati ulang tahunnya yang ke 70 di aula Fak Kedokteran UMJ, Sabtu(15/2/2025).
Pernyataan Buya Anwar ini langsung direspon oleh Pemilik CT Corp Chairul Tanjung dan Ketua MUI KH. Dr. Muhammad Cholil Nafis yang hadir di acara tersebut. Keduanya turut bersemangat dalam membangun persatuan NU-Muhammadiyah. Bersatunya kedua organisasi Islam terbesar ini akan membawa dampak signifikan bagi kepemimpinan nasional.
Chairul Tanjung, dalam sambutannya, menekankan bahwa persatuan kedua organisasi Islam ini jelas akan memberikan pengaruh besar dalam menentukan kepemimpinan nasional. "Kalau NU dan Muhammadiyah bisa bersatu, itu sebenarnya presidennya milih kalian semua. Bersatunya NU dan Muhammadiyah, bersatunya untuk Islam, inilah yang bisa mengangkat langkah-langkah untuk Islam sekarang," ujarnya CT--panggilan Chairul Tanjung yang disambut gemuruh tepuk tangan para tamu yang hadir dalam perayaan 70 Tahun Buya Anwar Abbas.
Turut hadir Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Rektor UMJ Prof Dr Makmun Murod dan masih banyak tokoh yang lain.
CT yang dikenal pengusaha nasional ini mengungkapkan bahwa ia kerap berdiskusi dengan berbagai tokoh tentang pentingnya menyatukan langkah kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia ini. Menurutnya, persatuan ini bukan sekadar tentang politik, tetapi lebih kepada bagaimana kedua organisasi ini dapat bersama-sama memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa Indonesia.
Sementara itu, Ketua MUI yang menjadi kawan dekat Buya Anwar Abbas, DR.KH Cholil Nafis mengungkapkan bahwa wacana persatuan kedua organisasi ini telah lama dirindukan dan memiliki sejarah panjang. Ia menyebutkan telah mendapat tiga kali pesan terkait hal ini dari Buya Anwar Abbas. "Pertama dulu, Buya cerita tentang rindunya NU dan Muhammadiyah bersatu yang ada janji dan ikatan dengan Almarhum Mas Slamet Effendi Yusuf bahkan sampai tukar-tukar jabatan. Kedua, beliau berpesan lagi agar kita menjaga silaturrahim, dan yang terbaru dua hari lalu, itu yang saya disuruh dekat-dekat dengan Muhammadiyah," ujar KH Cholil Nafis yang langsung dapat aplaus dari tamu undangan.
Pernyataan Buya Anwar--panggilan Kiai Anwar Abbas--disampaikan saat peluncuran buku dirinya: Biografi Buya Anwar Abbas, Tuhan Tidak Pernah Tidur dan Respon Buya Anwar Atas berbagai persoalan serta memperingati ulang tahunnya yang ke 70 di aula Fak Kedokteran UMJ, Sabtu(15/2/2025).
Pernyataan Buya Anwar ini langsung direspon oleh Pemilik CT Corp Chairul Tanjung dan Ketua MUI KH. Dr. Muhammad Cholil Nafis yang hadir di acara tersebut. Keduanya turut bersemangat dalam membangun persatuan NU-Muhammadiyah. Bersatunya kedua organisasi Islam terbesar ini akan membawa dampak signifikan bagi kepemimpinan nasional.
Chairul Tanjung, dalam sambutannya, menekankan bahwa persatuan kedua organisasi Islam ini jelas akan memberikan pengaruh besar dalam menentukan kepemimpinan nasional. "Kalau NU dan Muhammadiyah bisa bersatu, itu sebenarnya presidennya milih kalian semua. Bersatunya NU dan Muhammadiyah, bersatunya untuk Islam, inilah yang bisa mengangkat langkah-langkah untuk Islam sekarang," ujarnya CT--panggilan Chairul Tanjung yang disambut gemuruh tepuk tangan para tamu yang hadir dalam perayaan 70 Tahun Buya Anwar Abbas.
Turut hadir Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Rektor UMJ Prof Dr Makmun Murod dan masih banyak tokoh yang lain.
CT yang dikenal pengusaha nasional ini mengungkapkan bahwa ia kerap berdiskusi dengan berbagai tokoh tentang pentingnya menyatukan langkah kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia ini. Menurutnya, persatuan ini bukan sekadar tentang politik, tetapi lebih kepada bagaimana kedua organisasi ini dapat bersama-sama memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa Indonesia.
Sementara itu, Ketua MUI yang menjadi kawan dekat Buya Anwar Abbas, DR.KH Cholil Nafis mengungkapkan bahwa wacana persatuan kedua organisasi ini telah lama dirindukan dan memiliki sejarah panjang. Ia menyebutkan telah mendapat tiga kali pesan terkait hal ini dari Buya Anwar Abbas. "Pertama dulu, Buya cerita tentang rindunya NU dan Muhammadiyah bersatu yang ada janji dan ikatan dengan Almarhum Mas Slamet Effendi Yusuf bahkan sampai tukar-tukar jabatan. Kedua, beliau berpesan lagi agar kita menjaga silaturrahim, dan yang terbaru dua hari lalu, itu yang saya disuruh dekat-dekat dengan Muhammadiyah," ujar KH Cholil Nafis yang langsung dapat aplaus dari tamu undangan.