Perjalanan Ashila Ramadani Bangun Brand Taza Bidik Industri Modest Syar'i
Esti setiyowati
Senin, 17 Februari 2025 - 12:53 WIB
Brand modest fashion syari, Taza. Foto: Istimewa.
Di era kompetisi saat ini, sebuah brand dituntut untuk memiliki keunikan dan nilai autentik untuk dapat bertahan serta mencuri perhatian.
Jenama modest syar'i lokal, Taza hadir membawa angin segar dengan menawarkan perspektif dan pendekatan berbeda di industri fashion modest syar'i Tanah Air.
Di tengah maraknya brand fashion syar’i yang menyuguhkan konsep bahan dan model serupa, Taza keluar dari zona tersebut.
Baca juga: Ragam Gaya Modest Fashion dan Seni Dunia Tampil Apik di Istanbul
Taza muncul lewat harmonisasi koleksi yang memadukan prinsip busana syar’i dengan perpaduan bahan eco-friendly, inovatif, desain eksklusif dengan gaya yang terinspirasi dari abaya bergaya Eropa.
Founder Taza, Ashila Ramadani, mengatakan Taza lahir dari passionnya pada dunia modest fashion.
“Taza lahir bukan dari strategi bisnis yang rumit tetapi dari passion pribadi, membuat sesuatu yang benar-benar aku sukai, lalu mengobservasi apakah itu bisa diterima di pasar. Sebagai seseorang yang selalu mencari busana syar’i yang sesuai dengan gaya dan kebutuhan pribadi," kata Ashila Ramadani, Senin (17/2/2025).
Jenama modest syar'i lokal, Taza hadir membawa angin segar dengan menawarkan perspektif dan pendekatan berbeda di industri fashion modest syar'i Tanah Air.
Di tengah maraknya brand fashion syar’i yang menyuguhkan konsep bahan dan model serupa, Taza keluar dari zona tersebut.
Baca juga: Ragam Gaya Modest Fashion dan Seni Dunia Tampil Apik di Istanbul
Taza muncul lewat harmonisasi koleksi yang memadukan prinsip busana syar’i dengan perpaduan bahan eco-friendly, inovatif, desain eksklusif dengan gaya yang terinspirasi dari abaya bergaya Eropa.
Founder Taza, Ashila Ramadani, mengatakan Taza lahir dari passionnya pada dunia modest fashion.
“Taza lahir bukan dari strategi bisnis yang rumit tetapi dari passion pribadi, membuat sesuatu yang benar-benar aku sukai, lalu mengobservasi apakah itu bisa diterima di pasar. Sebagai seseorang yang selalu mencari busana syar’i yang sesuai dengan gaya dan kebutuhan pribadi," kata Ashila Ramadani, Senin (17/2/2025).