Wamenaker Siap Negosiasi dengan Gojek-Grab Soal THR Driver: Upayakan dalam Bentuk Tunai
Tim langit 7
Senin, 17 Februari 2025 - 15:32 WIB
Wamenaker Siap Negosiasi dengan Gojek-Grab Soal THR Driver: Upayakan dalam Bentuk Tunai
LANGIT7.ID-Jakarta; Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) berkomitmen untuk melakukan negosiasi dengan perusahaan aplikator ojek online terkait pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) untuk para driver. Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan menyatakan akan mengupayakan agar THR diberikan dalam bentuk uang tunai kepada para mitra driver.
Komitmen negosiasi ini disampaikan Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan saat menemui langsung para pendemo ojek online di depan kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (17/2/2025). Ia bahkan turun langsung dan naik ke mobil komando untuk menyampaikan keseriusannya dalam memfasilitasi dialog antara driver dan aplikator.
"Jadi, kita negara atau pemerintah berharap terhadap aplikator ini berilah mereka hak yang menjadi tuntutan mereka," ujar diadi hadapan para pendemo. Menurutnya, tuntutan THR dari para driver merupakan permintaan yang paling rasional untuk diperjuangkan.
Baca juga: 10 Tahun Tanpa THR, Pengemudi Ojek Online Ancam Mogok Massal di Berbagai Kota
Dalam proses negosiasi yang akan dilakukan, Wamenaker menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong agar THR diberikan dalam bentuk uang tunai, bukan dalam bentuk bantuan sembako atau insentif lainnya. Hal ini dimaksudkan agar para driver bisa benar-benar merasakan suasana hari raya bersama keluarganya.
Noel menilai permintaan para driver sangat wajar karena mereka tidak meminta hal yang berlebihan. "Mereka tidak minta yang namanya gaji direksi. Mereka tidak minta yang namanya saham. Mereka hanya meminta hak mereka selama di jalanan. Dan itu angka itu wajar buat kami sebagai pemerintah," jelasnya.
Wamenaker juga mendorong para driver untuk terus memperjuangkan hak-hak mereka. Menurutnya, para driver ojek online adalah patriot yang berjuang demi keluarga mereka. "Yang penting, yang kita harapkan adalah ada, kewajiban atau apapun namanya terkait bukan lagi beras dan lain-lainnya. Kita mau itu berbentuk duit atau uang," tegasnya.
Komitmen negosiasi ini disampaikan Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan saat menemui langsung para pendemo ojek online di depan kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (17/2/2025). Ia bahkan turun langsung dan naik ke mobil komando untuk menyampaikan keseriusannya dalam memfasilitasi dialog antara driver dan aplikator.
"Jadi, kita negara atau pemerintah berharap terhadap aplikator ini berilah mereka hak yang menjadi tuntutan mereka," ujar diadi hadapan para pendemo. Menurutnya, tuntutan THR dari para driver merupakan permintaan yang paling rasional untuk diperjuangkan.
Baca juga: 10 Tahun Tanpa THR, Pengemudi Ojek Online Ancam Mogok Massal di Berbagai Kota
Dalam proses negosiasi yang akan dilakukan, Wamenaker menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong agar THR diberikan dalam bentuk uang tunai, bukan dalam bentuk bantuan sembako atau insentif lainnya. Hal ini dimaksudkan agar para driver bisa benar-benar merasakan suasana hari raya bersama keluarganya.
Noel menilai permintaan para driver sangat wajar karena mereka tidak meminta hal yang berlebihan. "Mereka tidak minta yang namanya gaji direksi. Mereka tidak minta yang namanya saham. Mereka hanya meminta hak mereka selama di jalanan. Dan itu angka itu wajar buat kami sebagai pemerintah," jelasnya.
Wamenaker juga mendorong para driver untuk terus memperjuangkan hak-hak mereka. Menurutnya, para driver ojek online adalah patriot yang berjuang demi keluarga mereka. "Yang penting, yang kita harapkan adalah ada, kewajiban atau apapun namanya terkait bukan lagi beras dan lain-lainnya. Kita mau itu berbentuk duit atau uang," tegasnya.