Musailamah Al-Kadzab Nabi Palsu yang Mencoba Menandingi Rasulullah SAW
Miftah yusufpati
Selasa, 18 Februari 2025 - 05:15 WIB
Andai kata Islam sudah kuat tertanam dalam hati dan sudah sampai pada akidah dan keimanan, niscaya nabi-nabi palsu itu tidak akan mendapat dukungan. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Dia adalah Musailamah bin Habib atau berjuluk al-kadzab (si pembohong). Tokoh dari Bani Hanifah yang berkuasa di Yamamah ini mengaku sebagai seorang nabi dan rasul Allah, bersamaan dengan masa Nabi Muhammad SAW.
Dia memang dikenal sebagai orang yang pandai berbicara, mahir dalam menarik simpati orang lain, dan memiliki pengaruh besar di Bani Hanifah. Oleh sebab itu, dia menjadi seseorang ‘yang diikuti’ kaumnya.
Terlebih setelah dia mendeklarasikan diri sebagai seorang utusan Allah. Untuk memperkuat legitimasinya sebagai seorang nabi dan rasul, Musailamah mengaku mendapatkan wahyu dari Allah.
Ia kemudian menyusun beberapa karya sastra yang dimaksudkan untuk menandingi ayat-ayat Al-Qur’an. Namun sayang, karya-karya yang dibuat Musailamah isinya jauh di bawah standar sastra Arab kala itu. Sehingga karya-karya Musailamah itu malah menjadi ejekan dan olok-olokan masyarakat Arab saat itu.
Selain isinya yang dinilai terlalu mengada-ngada, 'fotmatnya' juga menjiplak Al-Qur'an. Salah satu karya Musailamah berbunyi: "Hai katak (kodok) anak dari dua katak, berkuaklah sesukamu, bahagian atas engkau di air dan bahagian bawah engkau di tanah."
Meski demikian, ada saja orang yang percaya bahwa Musailamah adalah benar-benar nabi dan rasul Allah. Tidak satu atau dua orang, tapi ribuan –bahkan puluhan ribu orang- percaya dan menjadi pengikutnya.
Baca juga: Kisah Nabi Palsu Tulaihah: Menolak Ketentuan Rukuk dan Sujud dalam Salat
Dia memang dikenal sebagai orang yang pandai berbicara, mahir dalam menarik simpati orang lain, dan memiliki pengaruh besar di Bani Hanifah. Oleh sebab itu, dia menjadi seseorang ‘yang diikuti’ kaumnya.
Terlebih setelah dia mendeklarasikan diri sebagai seorang utusan Allah. Untuk memperkuat legitimasinya sebagai seorang nabi dan rasul, Musailamah mengaku mendapatkan wahyu dari Allah.
Ia kemudian menyusun beberapa karya sastra yang dimaksudkan untuk menandingi ayat-ayat Al-Qur’an. Namun sayang, karya-karya yang dibuat Musailamah isinya jauh di bawah standar sastra Arab kala itu. Sehingga karya-karya Musailamah itu malah menjadi ejekan dan olok-olokan masyarakat Arab saat itu.
Selain isinya yang dinilai terlalu mengada-ngada, 'fotmatnya' juga menjiplak Al-Qur'an. Salah satu karya Musailamah berbunyi: "Hai katak (kodok) anak dari dua katak, berkuaklah sesukamu, bahagian atas engkau di air dan bahagian bawah engkau di tanah."
Meski demikian, ada saja orang yang percaya bahwa Musailamah adalah benar-benar nabi dan rasul Allah. Tidak satu atau dua orang, tapi ribuan –bahkan puluhan ribu orang- percaya dan menjadi pengikutnya.
Baca juga: Kisah Nabi Palsu Tulaihah: Menolak Ketentuan Rukuk dan Sujud dalam Salat