Sejarah PSIM Yogyakarta, Klub Bersejarah Kota Jogja yang Turut Membidani Lahirnya PSSI
Haris budiman
Selasa, 18 Februari 2025 - 08:11 WIB
PSIM Yogyakarta. (psimjogja.id)
LANGIT7.ID-PSIM Yogyakarta sangat lekat dengan sejarah. Klub berjuluk Laskar Mataram ini, merupakan salah satu tim sepak bola yang turut membidani lahirnya PSSI.
Pada tanggal 19 April 1930, PSIM bersama dengan VIJ Jakarta (sekarang Persija Jakarta), BIVB Bandung (Persib Bandung), MIVB (PPSM Magelang), MVB (Madiun Putra FC), SIVB (Persebaya Surabaya), dan VVB (Persis Solo), turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta.
PSIM dalam pertemuan tersebut diwakili oleh A. Hamid, Daslam Hadiwasito, dan Amir Notopratomo. Setelah melalui berbagai pertemuan akhirnya disepakati berdirinya organisasi induk yang diberi nama Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada tahun 1930 dan berkedudukan di Yogyakarta.
Karena menjadi salah satu pendiri PSSI, PSIM juga mendapat tempat istimewa. PSIM adalah satu dari 7 tim Indonesia yang tak boleh berganti nama.
PSSI mengeluarkan peraturan yang melarang ketujuh klub ini untuk mengganti nama, logo, domisili, atau warisan sepak bola mereka.
Peraturan ini tercantum dalam Pasal 17 Statuta PSSI poin G, yang berbunyi:
"Sebagai penghargaan kepada 7 (tujuh) Klub Pendiri PSSI, yaitu PSIM Jogjakarta, Persis Solo, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, PSM Madiun, dan PPSM Magelang, maka ketujuh Klub tersebut wajib melindungi seluruh aset sepak bola mereka termasuk nama, logo, domisili, dan warisan sepak bola lainnya di setiap waktu, dan tidak melakukan perubahan (pengurangan atau penambahan) hal-hal tersebut dengan alasan apapun di kemudian hari."
Pada tanggal 19 April 1930, PSIM bersama dengan VIJ Jakarta (sekarang Persija Jakarta), BIVB Bandung (Persib Bandung), MIVB (PPSM Magelang), MVB (Madiun Putra FC), SIVB (Persebaya Surabaya), dan VVB (Persis Solo), turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta.
PSIM dalam pertemuan tersebut diwakili oleh A. Hamid, Daslam Hadiwasito, dan Amir Notopratomo. Setelah melalui berbagai pertemuan akhirnya disepakati berdirinya organisasi induk yang diberi nama Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada tahun 1930 dan berkedudukan di Yogyakarta.
Karena menjadi salah satu pendiri PSSI, PSIM juga mendapat tempat istimewa. PSIM adalah satu dari 7 tim Indonesia yang tak boleh berganti nama.
PSSI mengeluarkan peraturan yang melarang ketujuh klub ini untuk mengganti nama, logo, domisili, atau warisan sepak bola mereka.
Peraturan ini tercantum dalam Pasal 17 Statuta PSSI poin G, yang berbunyi:
"Sebagai penghargaan kepada 7 (tujuh) Klub Pendiri PSSI, yaitu PSIM Jogjakarta, Persis Solo, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, PSM Madiun, dan PPSM Magelang, maka ketujuh Klub tersebut wajib melindungi seluruh aset sepak bola mereka termasuk nama, logo, domisili, dan warisan sepak bola lainnya di setiap waktu, dan tidak melakukan perubahan (pengurangan atau penambahan) hal-hal tersebut dengan alasan apapun di kemudian hari."