home global news

Pengungsian Massal: Ribuan Warga Palestina Tinggalkan Kamp Pengungsi Tepi Barat

Rabu, 19 Februari 2025 - 06:06 WIB
Pengungsian Massal: Ribuan Warga Palestina Tinggalkan Kamp Pengungsi Tepi Barat
LANGIT7.ID-Jakarta; Puluhan ribu warga Palestina yang tinggal di kamp pengungsi Tepi Barat yang diduduki telah meninggalkan rumah mereka. Hal ini terjadi setelah operasi militer Israel yang berlangsung berminggu-minggu menghancurkan rumah-rumah dan merusak infrastruktur penting di wilayah pemukiman padat penduduk tersebut, menurut pernyataan otoritas Palestina.

Pasukan Israel memulai operasi mereka di kamp pengungsi di kota Jenin, Tepi Barat utara pada 21 Januari. Mereka mengerahkan ratusan tentara dan bulldozer yang menghancurkan rumah-rumah dan membongkar jalan-jalan, memaksa hampir seluruh penduduk kamp untuk mengungsi.

"Kami tidak tahu apa yang terjadi di kamp, tetapi penghancuran dan pembongkaran jalan terus berlanjut," ungkap Mohammed Al-Sabbagh, kepala komite layanan kamp Jenin.

Baca juga:Qatar Tegaskan Nasib Gaza Pasca Perang Harus Ditentukan Rakyat Palestina, Bukan Pihak Luar

Operasi yang menurut Israel bertujuan untuk menumpas kelompok militan yang didukung Iran di Tepi Barat ini kemudian diperluas ke kamp-kamp lain, terutama kamp pengungsi Tulkarm dan kamp Nur Shams di dekatnya, yang keduanya juga mengalami kehancuran parah. Kamp-kamp ini, yang dibangun untuk keturunan pengungsi Palestina yang melarikan diri atau diusir dari rumah mereka dalam perang 1948 saat pembentukan negara Israel, telah lama menjadi pusat utama kelompok militan bersenjata. Lokasi ini telah berulang kali digerebek oleh militer Israel, namun operasi saat ini, yang dimulai saat gencatan senjata disepakati di Gaza, berlangsung dalam skala yang sangat besar.

Menurut data dari Otoritas Palestina, sekitar 17.000 orang kini telah meninggalkan kamp pengungsi Jenin, meninggalkan lokasi tersebut hampir sepenuhnya kosong, sementara di Nur Shams 6.000 orang, atau sekitar dua pertiga dari total penduduk, telah pergi, dengan 10.000 orang lainnya meninggalkan kamp Tulkarm.

"Mereka yang tersisa terjebak," kata Nihad Al-Shawish, kepala komite layanan kamp Nur Shams. "Pertahanan Sipil, Bulan Sabit Merah, dan pasukan keamanan Palestina membawakan mereka makanan kemarin, tetapi tentara masih terus menghancurkan kamp." Serangan Israel telah menghancurkan puluhan rumah dan merusak sebagian besar jalan serta memutus air dan listrik, namun pihak militer membantah memaksa penduduk meninggalkan rumah mereka.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya