Isu Reshuffle Mencuat, Mendikti Saintek Satryo Brodjonegoro Diduga Salah Satu yang Kena
Lusi mahgriefie
Rabu, 19 Februari 2025 - 12:49 WIB
Isu Reshuffle Mencuat, Mendikti Saintek Satryo Brodjonegoro Diduga Salah Satu yang Kena
Isu reshuffle dalam Kabinet Merah Putih kembali santer terdengar, dan salah satu nama yang disinyalir terkena reshuffle Presiden Prabowo Subianto adalah Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Satryo Soemantri Brodjonegoro. Benarkah demikian?
Ini bukan kali pertama nama Menteri Satryo disebut-sebut salah satu yang bakal di-reshuffle dari jabatannya sebagai Mendikti Saintek. Pada awal Februari isu ini juga santer terdengar. Berbagai aksi unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat yang tertuju padanya, menjadi preseden buruk terhadap kinerja Menteri tersebut.
Baca juga: Menteri Satryo Diteriaki Mundur oleh ASN Kemendiktisaintek
Misalnya saja aksi unjuk rasa yang terjadi pada Senin, 3 Februari lalu, ratusan dosen menggelar aksi unjuk rasa menuntut pencairan tunjangan kinerja (tukin) yang tertunda sejak tahun 2020, di Jakarta Pusat. Mereka juga menuntut kepastian alokasi anggaran untuk Tukin tahun 2025.
Koordinator Aksi Aliansi Dosen ASN Kemendiktisainstek Seluruh Indonesia (Adaksi), Anggun Gunawan, menegaskan ada dua tuntutan utama dalam aksi tersebut. "Yang pertama, kami ingin memastikan bahwa Tukin untuk dosen Kemendikti Saintek tahun 2025 dianggarkan dan segera dicairkan. Kami juga memperjuangkan ‘Tukin for All’,” ujar Anggun di lokasi.
Pemerintah, lanjutnya, hanya memiliki dana Rp2,5 triliun yang hanya cukup untuk sekira 30.000 dosen. Sementara total dosen yang ada mencapai 80.000.
Sementara Presiden RI, Prabowo Subianto berbicara peluang adanya reshuffle kabinet Merah Putih pasca lewat 100 hari pemerintahannya. Namun, ia tidak menjawab lugas mengenai hal tersebut.
Ini bukan kali pertama nama Menteri Satryo disebut-sebut salah satu yang bakal di-reshuffle dari jabatannya sebagai Mendikti Saintek. Pada awal Februari isu ini juga santer terdengar. Berbagai aksi unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat yang tertuju padanya, menjadi preseden buruk terhadap kinerja Menteri tersebut.
Baca juga: Menteri Satryo Diteriaki Mundur oleh ASN Kemendiktisaintek
Misalnya saja aksi unjuk rasa yang terjadi pada Senin, 3 Februari lalu, ratusan dosen menggelar aksi unjuk rasa menuntut pencairan tunjangan kinerja (tukin) yang tertunda sejak tahun 2020, di Jakarta Pusat. Mereka juga menuntut kepastian alokasi anggaran untuk Tukin tahun 2025.
Koordinator Aksi Aliansi Dosen ASN Kemendiktisainstek Seluruh Indonesia (Adaksi), Anggun Gunawan, menegaskan ada dua tuntutan utama dalam aksi tersebut. "Yang pertama, kami ingin memastikan bahwa Tukin untuk dosen Kemendikti Saintek tahun 2025 dianggarkan dan segera dicairkan. Kami juga memperjuangkan ‘Tukin for All’,” ujar Anggun di lokasi.
Pemerintah, lanjutnya, hanya memiliki dana Rp2,5 triliun yang hanya cukup untuk sekira 30.000 dosen. Sementara total dosen yang ada mencapai 80.000.
Sementara Presiden RI, Prabowo Subianto berbicara peluang adanya reshuffle kabinet Merah Putih pasca lewat 100 hari pemerintahannya. Namun, ia tidak menjawab lugas mengenai hal tersebut.