Reshuffle Kabinet Prabowo, Satryo Dicopot dari Jabatan Mendikti Saintek
Lusi mahgriefie
Rabu, 19 Februari 2025 - 16:28 WIB
Reshuffle Kabinet Prabowo, Satryo Dicopot dari Jabatan Mendikti Saintek
Presiden RI Prabowo Subianto melakukan reshufflesusunan Kabinet Merah Putih hari ini, Rabu (19/2/2025). Salah satu menteri yang terkena reshuffle adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Reshuffle dilakukan tepat di hari ke-122 pemerintahan Prabowo-Gibran, yang dimulai sejak 20 Oktober 2024 lalu.
Satryo digantikan oleh guru besar di Fakultas Teknologi Industri (FTI) Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Brian Yuliarto.
Baca juga: Isu Reshuffle Mencuat, Mendikti Saintek Satryo Brodjonegoro Diduga Salah Satu yang Kena
Isu mengenai bakal dicopotnya jabatan menteri pada Satryo sudah santer terdengar sebelumnya. Bukan tanpa alasan rumor tersebut beredar, salah satunya tentang adanya berbagai aksi unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat yang tertuju Satryo. Hal ini dinilai menjadi preseden buruk terhadap kinerja Menteri tersebut.
Misalnya saja aksi unjuk rasa yang terjadi pada Senin, 3 Februari lalu, ratusan dosen menggelar aksi unjuk rasa menuntut pencairan tunjangan kinerja (tukin) yang tertunda sejak tahun 2020, di Jakarta Pusat. Mereka juga menuntut kepastian alokasi anggaran untuk Tukin tahun 2025.
Lalu aksi lainnya yaitu unjuk rasa yang dilakukan ratusan ASN Ditjen Dikti di Kantor Kemdikti Saintek pada 20 Januari lalu. Para pengunjuk rasa memprotes perlakuan kasar serta tindakan main pecat secara sepihak, yang telah dilakukan Satryo.
Reshuffle dilakukan tepat di hari ke-122 pemerintahan Prabowo-Gibran, yang dimulai sejak 20 Oktober 2024 lalu.
Satryo digantikan oleh guru besar di Fakultas Teknologi Industri (FTI) Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Brian Yuliarto.
Baca juga: Isu Reshuffle Mencuat, Mendikti Saintek Satryo Brodjonegoro Diduga Salah Satu yang Kena
Isu mengenai bakal dicopotnya jabatan menteri pada Satryo sudah santer terdengar sebelumnya. Bukan tanpa alasan rumor tersebut beredar, salah satunya tentang adanya berbagai aksi unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat yang tertuju Satryo. Hal ini dinilai menjadi preseden buruk terhadap kinerja Menteri tersebut.
Misalnya saja aksi unjuk rasa yang terjadi pada Senin, 3 Februari lalu, ratusan dosen menggelar aksi unjuk rasa menuntut pencairan tunjangan kinerja (tukin) yang tertunda sejak tahun 2020, di Jakarta Pusat. Mereka juga menuntut kepastian alokasi anggaran untuk Tukin tahun 2025.
Lalu aksi lainnya yaitu unjuk rasa yang dilakukan ratusan ASN Ditjen Dikti di Kantor Kemdikti Saintek pada 20 Januari lalu. Para pengunjuk rasa memprotes perlakuan kasar serta tindakan main pecat secara sepihak, yang telah dilakukan Satryo.