Penyuntikan Dosis ke-3 Tenaga Kesehatan, Indonesia Gunakan Vaksin Moderna
Fajar adhitya
Senin, 12 Juli 2021 - 17:50 WIB
Petugas kargo melakukan bongkar muat vaksin Covid-19 jenis Moderna dari pesawat setibanya di Terminal Cargo Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (11/7/2021). Sebanyak 3.060.000 dosis vaksin Moderna buatan perusahaan asal Amerika S
Sebanyak 1,47 juta tenaga kesehatan akan menjalani vaksinasi Covid-19 dosis ketiga. Tubuh mereka akan disuntikkan vaksin Moderna yang didatangkan dari Amerika Serikat.
"Vaksin Moderna rencananya akan datang padaAhad dan diharapkan mulaipekan depan bisa kita mulai (penyuntikan),"kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin melalui konferensi pers virtual, Jumat (9/7/2021).
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) menyetujui pemberian vaksin tersebut. Budi berharap, suntikan dosis ketiga ini dapat memberi perlindungan lebih bagi tenaga kesehatan seiring meningkatnya risiko pekerjaan mereka.
Budi menambahkan, fokus target vaksinasi dosis ketiga sementara ini hanya untuk tenaga kesehatan. Kelompok masyarakat lain diharapkan sabar menunggu mengingat jumlah vaksin yang tersedia masih sangat terbatas.
“Penting untuk kita memahami vaksinasi ketiga hanya diberikan kepada tenaga kesehatan karena setiap hari mereka bertemu virus yang tinggi sekali kadarnya,” ujar Budi.
LaporCovid-19, koalisi sipil yang menyediakan wadah bagi laporan warga, mencatat sebanyak 1.183 tenaga kesehatan gugur selama pandemi. Jumlah tenaga kesehatan yang meninggal melonjak tajam pada Juni-Juli 2021 seiring meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia.
Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) menyatakan, banyak tenaga kesehatan terinfeksi Covid-19 meski telah mendapatkan vaksin dua kali. Tenaga kesehatan merupakan kelompok prioritas penerima vaksin Sinovac ketika program vaksinasi Covid-19 dimulai di Indonesia sejak Januari 2021.
"Vaksin Moderna rencananya akan datang padaAhad dan diharapkan mulaipekan depan bisa kita mulai (penyuntikan),"kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin melalui konferensi pers virtual, Jumat (9/7/2021).
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) menyetujui pemberian vaksin tersebut. Budi berharap, suntikan dosis ketiga ini dapat memberi perlindungan lebih bagi tenaga kesehatan seiring meningkatnya risiko pekerjaan mereka.
Budi menambahkan, fokus target vaksinasi dosis ketiga sementara ini hanya untuk tenaga kesehatan. Kelompok masyarakat lain diharapkan sabar menunggu mengingat jumlah vaksin yang tersedia masih sangat terbatas.
“Penting untuk kita memahami vaksinasi ketiga hanya diberikan kepada tenaga kesehatan karena setiap hari mereka bertemu virus yang tinggi sekali kadarnya,” ujar Budi.
LaporCovid-19, koalisi sipil yang menyediakan wadah bagi laporan warga, mencatat sebanyak 1.183 tenaga kesehatan gugur selama pandemi. Jumlah tenaga kesehatan yang meninggal melonjak tajam pada Juni-Juli 2021 seiring meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia.
Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) menyatakan, banyak tenaga kesehatan terinfeksi Covid-19 meski telah mendapatkan vaksin dua kali. Tenaga kesehatan merupakan kelompok prioritas penerima vaksin Sinovac ketika program vaksinasi Covid-19 dimulai di Indonesia sejak Januari 2021.
(asf)