home masjid

Kisah Sufi: Sejarah Teh yang Pada Awalnya Hanya Dikenal di Cina

Sabtu, 22 Februari 2025 - 19:31 WIB
Kisah ini berasal dari ajaran-ajaran Guru Hamadani (wafat tahun 1140. Ilustrasi. Ist
LANGIT7.ID--Kisah berikut ini dinukil dari buku "Tales of The Dervishes" karya Idries Shah yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".



Pada zaman dahulu, teh hanya dikenal di Cina. Hanya desas-desus tentang teh terdengar oleh orang bijak dan awam di berbagai negara. Lalu, setiap orang berusaha mencari tahu seperti apa teh itu sesuai dengan keinginan atau pikirannya tentang teh.

Raja negeri Inja ('sini') menyuruh utusan ke Cina, dan mereka pun disuguhi teh oleh Kaisar Cina. Namun, para utusan itu menganggap suguhan tersebut kurang pantas sebab dilihat oleh mereka bahwa para petani pun meminum teh yang sama. Para suruhan itu menyimpulkan bahwa Kaisar Cina mencoba memperdaya mereka, membuat minuman surgawi tidak dengan bahan terbaik.

Filsuf agung negeri Anja ('sana') mengumpulkan semua berita tentang teh. Disimpulkannya bahwa teh itu ada tetapi langka, dan merupakan jenis minuman yang belum pernah dikenal sebelumnya. Bukankah kata orang, teh itu jamu, air, hijau, hitam, kadang pahit, kadang manis?

Di negeri Koshish dan Bebinem, sepanjang berabad-abad orang mencari tahu khasiat semua tumbuhan yang bisa mereka temukan. Banyak yang beracun, semuanya mengecewakan. Tentu saja orang-orang itu tidak menemukannya sebab memang di negeri mereka tak ada tanaman teh. Di samping itu, mereka juga meminum semua zat cair yang bisa diperoleh, tetapi tetap saja sia-sia.

Baca juga: Kisah Sufi: Nelayan dan Jin dalam Botol Kuningan
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya