Istana Kadriah Pontianak: Fadli Zon Dorong Pelestarian Warisan Budaya Kalimantan Barat
Tim langit 7
Senin, 24 Februari 2025 - 08:09 WIB
Istana Kadriah Pontianak: Fadli Zon Dorong Pelestarian Warisan Budaya Kalimantan Barat
LANGIT7.ID-Pontianak; Menteri Kebudayaan Fadli Zonmelakukan kunjungan pertamanya ke Kalimantan Barat sejakmenjabat sebagai menteri. Kunjungan ini dilakukan ke Istana Kadriah, Kesultanan Pontianak, yang merupakan salah satucagar budaya nasional di Indonesia. Dalam pidatonya, Fadli Zonmenekankan pentingnya pelestarian budaya dan sejarahNusantara, khususnya di Kalimantan Barat, yang kaya akanwarisan budaya dan akulturasi berbagai etnis.
Istana Kadriah, yang didirikan pada tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, menjadi simbol sejarah panjangKesultanan Pontianak. Fadli Zon menyebutkan bahwa Istana Kadriah bahkan lebih tua dari Amerika Serikat yang berdiri padatahun 1776. "Ini menandakan bahwa Istana Kadriah memilikisejarah yang sangat panjang, tidak hanya di Kalimantan Barat, tetapi juga di Nusantara dan Indonesia secara keseluruhan," ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Istana Kadriah, Pontianak, Kalimantan Barat, dikutip Senin (24/2/2025).
Baca juga:Wisata Budaya Kalbar: Menteri Kebudayaan Dorong Pengembangan Museum dan Pelestarian Adat
Dalam pidatonya, Fadli Zon juga mengapresiasi kontribusiSultan Syarif Hamid II, Sultan ketujuh Kesultanan Pontianak, yang dikenal sebagai perancang lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. "Kita sangat menghormati jasa-jasa para pendahulu kita, termasuk Sultan Hamid II, yang telahmemberikan kontribusi besar bagi bangsa ini. Kami berharap kedepan beliau bisa mendapatkan pengakuan sebagai pahlawannasional," tambahnya.
Fadli Zon juga menyoroti Pontianak sebagai melting pot atautempat bertemunya berbagai budaya. Kota ini menjadi contohnyata akulturasi budaya Melayu, Arab, Dayak, Tionghoa, danetnis lainnya. "Keberagaman ini tercermin dalam berbagaiekspresi budaya, seperti arsitektur, seni, dan kuliner. Ini adalahkekuatan yang harus kita jaga dan lestarikan," ujarnya.
Menteri Kebudayaan tersebut juga mengungkapkan filosofiHuma Betang, kearifan lokal masyarakat Dayak yang mencerminkan prinsip kebersamaan, gotong royong, dantoleransi. "Filosofi ini sangat relevan dengan semangatpersatuan dalam keberagaman yang menjadi identitas bangsaIndonesia," katanya.
Fadli Zon mengungkapkan bahwa saat ini Kalimantan Barat memiliki satu cagar budaya nasional, yaitu Istana Kadriah. Namun, ia berharap ke depan lebih banyak cagar budaya di provinsi ini yang bisa diangkat menjadi cagar budaya nasional. "Kita memiliki enam cagar budaya di tingkat provinsi yang potensial untuk ditingkatkan menjadi cagar budaya nasional," ujarnya.
Istana Kadriah, yang didirikan pada tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, menjadi simbol sejarah panjangKesultanan Pontianak. Fadli Zon menyebutkan bahwa Istana Kadriah bahkan lebih tua dari Amerika Serikat yang berdiri padatahun 1776. "Ini menandakan bahwa Istana Kadriah memilikisejarah yang sangat panjang, tidak hanya di Kalimantan Barat, tetapi juga di Nusantara dan Indonesia secara keseluruhan," ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Istana Kadriah, Pontianak, Kalimantan Barat, dikutip Senin (24/2/2025).
Baca juga:Wisata Budaya Kalbar: Menteri Kebudayaan Dorong Pengembangan Museum dan Pelestarian Adat
Dalam pidatonya, Fadli Zon juga mengapresiasi kontribusiSultan Syarif Hamid II, Sultan ketujuh Kesultanan Pontianak, yang dikenal sebagai perancang lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. "Kita sangat menghormati jasa-jasa para pendahulu kita, termasuk Sultan Hamid II, yang telahmemberikan kontribusi besar bagi bangsa ini. Kami berharap kedepan beliau bisa mendapatkan pengakuan sebagai pahlawannasional," tambahnya.
Fadli Zon juga menyoroti Pontianak sebagai melting pot atautempat bertemunya berbagai budaya. Kota ini menjadi contohnyata akulturasi budaya Melayu, Arab, Dayak, Tionghoa, danetnis lainnya. "Keberagaman ini tercermin dalam berbagaiekspresi budaya, seperti arsitektur, seni, dan kuliner. Ini adalahkekuatan yang harus kita jaga dan lestarikan," ujarnya.
Menteri Kebudayaan tersebut juga mengungkapkan filosofiHuma Betang, kearifan lokal masyarakat Dayak yang mencerminkan prinsip kebersamaan, gotong royong, dantoleransi. "Filosofi ini sangat relevan dengan semangatpersatuan dalam keberagaman yang menjadi identitas bangsaIndonesia," katanya.
Fadli Zon mengungkapkan bahwa saat ini Kalimantan Barat memiliki satu cagar budaya nasional, yaitu Istana Kadriah. Namun, ia berharap ke depan lebih banyak cagar budaya di provinsi ini yang bisa diangkat menjadi cagar budaya nasional. "Kita memiliki enam cagar budaya di tingkat provinsi yang potensial untuk ditingkatkan menjadi cagar budaya nasional," ujarnya.