Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Istana Kadriah Pontianak: Fadli Zon Dorong Pelestarian Warisan Budaya Kalimantan Barat

tim langit 7 Senin, 24 Februari 2025 - 08:09 WIB
Istana Kadriah Pontianak: Fadli Zon Dorong Pelestarian Warisan Budaya Kalimantan Barat
LANGIT7.ID-Pontianak; Menteri Kebudayaan Fadli Zonmelakukan kunjungan pertamanya ke Kalimantan Barat sejakmenjabat sebagai menteri. Kunjungan ini dilakukan ke Istana Kadriah, Kesultanan Pontianak, yang merupakan salah satucagar budaya nasional di Indonesia. Dalam pidatonya, Fadli Zonmenekankan pentingnya pelestarian budaya dan sejarahNusantara, khususnya di Kalimantan Barat, yang kaya akanwarisan budaya dan akulturasi berbagai etnis.

Istana Kadriah, yang didirikan pada tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, menjadi simbol sejarah panjangKesultanan Pontianak. Fadli Zon menyebutkan bahwa Istana Kadriah bahkan lebih tua dari Amerika Serikat yang berdiri padatahun 1776. "Ini menandakan bahwa Istana Kadriah memilikisejarah yang sangat panjang, tidak hanya di Kalimantan Barat, tetapi juga di Nusantara dan Indonesia secara keseluruhan," ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Istana Kadriah, Pontianak, Kalimantan Barat, dikutip Senin (24/2/2025).

Baca juga: Wisata Budaya Kalbar: Menteri Kebudayaan Dorong Pengembangan Museum dan Pelestarian Adat

Dalam pidatonya, Fadli Zon juga mengapresiasi kontribusiSultan Syarif Hamid II, Sultan ketujuh Kesultanan Pontianak, yang dikenal sebagai perancang lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. "Kita sangat menghormati jasa-jasa para pendahulu kita, termasuk Sultan Hamid II, yang telahmemberikan kontribusi besar bagi bangsa ini. Kami berharap kedepan beliau bisa mendapatkan pengakuan sebagai pahlawannasional," tambahnya.

Fadli Zon juga menyoroti Pontianak sebagai melting pot atautempat bertemunya berbagai budaya. Kota ini menjadi contohnyata akulturasi budaya Melayu, Arab, Dayak, Tionghoa, danetnis lainnya. "Keberagaman ini tercermin dalam berbagaiekspresi budaya, seperti arsitektur, seni, dan kuliner. Ini adalahkekuatan yang harus kita jaga dan lestarikan," ujarnya.

Menteri Kebudayaan tersebut juga mengungkapkan filosofiHuma Betang, kearifan lokal masyarakat Dayak yang mencerminkan prinsip kebersamaan, gotong royong, dantoleransi. "Filosofi ini sangat relevan dengan semangatpersatuan dalam keberagaman yang menjadi identitas bangsaIndonesia," katanya.

Fadli Zon mengungkapkan bahwa saat ini Kalimantan Barat memiliki satu cagar budaya nasional, yaitu Istana Kadriah. Namun, ia berharap ke depan lebih banyak cagar budaya di provinsi ini yang bisa diangkat menjadi cagar budaya nasional. "Kita memiliki enam cagar budaya di tingkat provinsi yang potensial untuk ditingkatkan menjadi cagar budaya nasional," ujarnya.

Selain itu, Kalimantan Barat juga memiliki sekitar 80 warisanbudaya tak benda (intangible cultural heritage) yang meliputiseni pertunjukan, kerajinan, adat istiadat, dan tradisi. "Inimenunjukkan kekayaan budaya yang luar biasa di provinsi ini. Kita harus terus mendaftarkan dan melestarikan warisan-warisanini," tegas Fadli Zon.

Fadli Zon juga menyampaikan komitmen pemerintah dalammemajukan kebudayaan Indonesia. Ia mengungkapkan bahwaKementerian Kebudayaan, yang didirikan sebagai kementerianindependen, merupakan langkah penting dalam upayamelindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan warisanbudaya. "Ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 32, Ayat 1, yang menyatakan bahwa negara memajukankebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia," jelasnya.

Menteri Kebudayaan tersebut juga menekankan pentingnya soft power atau kekuatan lunak dalam diplomasi budaya. "Kita harusbelajar dari negara-negara seperti Korea Selatan yang suksesmempromosikan budaya mereka melalui film, musik, dandrama. Kita ingin menciptakan Indonesian Wave, gelombangbudaya Indonesia yang bisa mendunia," ujarnya.

Fadli Zon berharap agar Istana Kadriah dapat menjadi pusatkebudayaan dan seni di Kalimantan Barat. Ia menyatakandukungannya untuk revitalisasi dan pemugaran istana tersebut. "Kita berharap Istana Kadriah bisa semakin lestari dan menjadipusat ekspresi seni dan budaya di wilayah ini," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon juga mengajak generasimuda untuk turut serta dalam melestarikan dan mengembangkanwarisan budaya. "Kita berharap dari Istana Kadriah ini bisa lahirbanyak karya-karya ekspresi budaya, khususnya dari generasimilenial dan Gen Z," pungkasnya.

Kunjungan Fadli Zon ke Istana Kadriah ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya di Kalimantan Barat. Dengan kekayaan budaya yang dimiliki, provinsi ini diharapkan dapat menjadi salah satu pusatkebudayaan nasional yang mampu mempromosikankeberagaman dan keunikan budaya Indonesia ke duniainternasional.

Dengan komitmen kuat dari pemerintah dan dukunganmasyarakat, pelestarian budaya dan sejarah Nusantara diharapkan dapat terus berlanjut. Istana Kadriah, sebagai simbolsejarah dan budaya Pontianak, diharapkan dapat menjadiinspirasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan danmengembangkan warisan budaya Indonesia.

Dalam kunjungannya ke Istana Qadriah, yang juga merupakanCagar Budaya Nasional (CBN), Menteri Kebudayaan Fadli Zonbertemu dengan Sultan Mervin Syarif Alkadrie didampingiMaharatu Suri Tanaya Ahmad. Turut hadir dalam kesempatanini anggota DPR RI Komisi V DPR RI Yuliansyah.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)