home masjid

Puasa Salah Satu Mata Rantai Kesinambungan Agama-Agama, Begini Penjelasannya

Senin, 24 Februari 2025 - 16:55 WIB
Puasa merupakan salah satu mata rantai yang menunjukkan segi kesinambungan atau kontinuitas agama-agama. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Syeikh 'Ali Ahmad al-Jurjawi dalam kitab "Hikmat al-Tasyri' wa Falsafatuhu" menyebut puasa di bulan Ramadan dilakukan kaum Yahudi dan Nasrani. Begitu sebagian ahli tafsir kedua agama itu mengatakan. Namun kemudian mereka meninggalkan kewajiban puasa tersebut.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝١٨٣

yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba ‘alaikumush-shiyâmu kamâ kutiba ‘alalladzîna ming qablikum la‘allakum tattaqûn

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS AL-Baqarah : 182)

Cendekiawan muslim Prof Dr Nurcholish Madjid (1939–2005) mengomentari Syeikh 'Ali Ahmad al-Jurjawi mengatakan tidak ada bukti yang cukup kuat untuk mendukung pandangan serupa itu, kecuali barangkali untuk orang-orang Yahudi dan Kristen Arab di Jazirah Arabia karena terpengaruh atau meneruskan adat kebiasaan setempat.

"Sebab ada petunjuk bahwa berpuasa di bulan Ramadan itu banyak dilakukan oleh berbagai suku Arab di zaman Jahiliah, khususnya suku Quraisy," tulis Nurcholish Madjid dalam bukunya berjudul "Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah" (Yayasan Paramadina, 1994).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya