Revitalisasi Bahasa Daerah Menjadi Strategi Pendidikan Inklusif
Lusi mahgriefie
Selasa, 25 Februari 2025 - 19:14 WIB
Revitalisasi Bahasa Daerah Menjadi Strategi Pendidikan Inklusif
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) telah melaksanakan program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang menjangkau 38 provinsi dengan 114 bahasa daerah.
Program yang dicanangkan sejak 2021 itu menargetkan generasi muda agar mampu mempertahankan bahasa daerah mereka melalui pembelajaran di sekolah serta penggunaan aktif di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Meskipun dalam perjalanannya telah menunjukkan perkembangan positif, namun tantangan dalam pendanaan, koordinasi lintas sektor, dan digitalisasi masih menjadi fokus utama dalam penyusunan strategi revitalisasi untuk lima tahun mendatang.
Baca juga: Tradisi Keilmuan Pesantren Jadi Inspirasi Kebijakan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Bertepatan dengan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional (HBII) 2025, menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk melanjutkan upaya revitalisasi bahasa daerah sebagai bagian dari strategi pendidikan inklusif dan pelestarian budaya.
Sejalan dengan tema "Bahasa Daerah Mendukung Pendidikan Bermutu untuk Semua", pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran bahasa ibu dalam sistem pendidikan nasional.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah menyusun peta jalan Revitalisasi Bahasa Daerah 2025–2029 yang menitikberatkan pada penerapan pendidikan berbasis bahasa ibu, pemanfaatan teknologi digital, dan peningkatan sinergi dengan pemerintah daerah serta komunitas lokal.
Program yang dicanangkan sejak 2021 itu menargetkan generasi muda agar mampu mempertahankan bahasa daerah mereka melalui pembelajaran di sekolah serta penggunaan aktif di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Meskipun dalam perjalanannya telah menunjukkan perkembangan positif, namun tantangan dalam pendanaan, koordinasi lintas sektor, dan digitalisasi masih menjadi fokus utama dalam penyusunan strategi revitalisasi untuk lima tahun mendatang.
Baca juga: Tradisi Keilmuan Pesantren Jadi Inspirasi Kebijakan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Bertepatan dengan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional (HBII) 2025, menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk melanjutkan upaya revitalisasi bahasa daerah sebagai bagian dari strategi pendidikan inklusif dan pelestarian budaya.
Sejalan dengan tema "Bahasa Daerah Mendukung Pendidikan Bermutu untuk Semua", pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran bahasa ibu dalam sistem pendidikan nasional.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah menyusun peta jalan Revitalisasi Bahasa Daerah 2025–2029 yang menitikberatkan pada penerapan pendidikan berbasis bahasa ibu, pemanfaatan teknologi digital, dan peningkatan sinergi dengan pemerintah daerah serta komunitas lokal.