home global news

Isu Ketenagakerjaan pada Industri Sawit Masih Jadi Sorotan

Rabu, 26 Februari 2025 - 07:48 WIB
Foto: Acara Dialog Pemangku Kepentingan Buruh dalam Tata Kelola Sawit Berkelanjutan di Jakarta Selasa (25/2/2025). (istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Berbagai kasus ketenagakerjaan kerap menjadi sorotan dan kritik bagi industri sawit dari berbagai pemangku kepentingan baik di dalam negeri maupun pihak konsumen di berbagai negara tujuan ekspor. Yakni, isu-isu utama ketenagakerjaan di industri sawit nasional seperti kontrak kerja, upah dan kondisi kerja yang layak.

Presiden Jaringan Ketenagakerjaan untuk Sawit Berkelanjutan (JAGA SAWITAN) Nursanna Marpaung mengungkapkan hal tersebut dalam acara Refleksi 2 Tahun JAGASAWITAN di Jakarta, Selasa (25/2/2025). Menurut dia, berbagai upaya mengatasi isu-isu tersebut telah banyak dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Antara lain melalui peningkatan peran pengawasan, kewajiban sertifikasi mandatori ISPO, maupun sertifikasi sukarela seperti RSPO. ‘’Namun, hal itu masih memerlukan waktu dan upaya yang tidak mudah untuk menjadikan industri sawit sepenuhnya patuh pada berbagai norma-norma lingkungan, sosial dan ekonomi baik itu yang ada dalam regulasi nasional maupun internasional,’’ kata Nursanna yang juga Sekretaris Eksekutif Jejaring Serikat Pekerja/Buruh Kelapa Sawit Indonesia (JAPBUSI) ini.

Dalam pengalaman selama 10 tahun terakhir, kata dia, dialog sosial yang melibatkan pekerja/buruh dan pengusaha dalam mencari solusi mulai dari tingkat perusahaan, sektoral, maupun di rantai pasok memiliki peranan penting. Tujuannya, untuk memastikan

pemenuhan hak-hak pekerja maupun mendorong peningkatan kondisi kerja serta pencapaian berbagai agenda perusahaan untuk meningkatkan produktivitas. ‘’Dalam hal

ini, kerja sama bipartit perlu lebih ditingkatkan agar lebih efektif dalam mendorong pencarian solusi yang berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak utama khususnya pekerja dan perwakilannya,’’ jelasnya.

Nursanna mengungkapkan GAPKI, bersama dengan JAPBUSI pada 16 Februari tahun 2023 mendeklarasikan komitmen dan mengembangkan sebuah wadah kerja sama antara pengusaha dan serikat pekerja di sektor sawit Indonesia yang diberi nama JAGA SAWITAN. Adapun, JAGA SAWITAN adalah forum dialog sosial yang melibatkan pekerja/buruh dan pengusaha di sektor kelapa sawit di Indonesia. Forum ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan industrial yang harmonis dan produktif melalui dialog sosial yang kuat.

Beberapa peran utama JAGA SAWITAN meliputi: Pertama, meningkatkan citra sawit Indonesia dengan menyelesaikan perselisihan hubungan industrial secara efektif. Kedua, mendorong penghormatan terhadap kebebasan berserikat dan hak-hak dasar di tempat kerja. Ketiga, meningkatkan kondisi kerja termasuk keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pencegahan pekerja anak dan kerja paksa. Keempat, menguatkan kepesertaan jaminan sosial bagi seluruh pekerja di sektor kelapa sawit.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya